Tren Investasi Properti 2016, Bagaimana Peluangnya di 2022?
Tren Investasi Properti 2016, Bagaimana Peluangnya di 2022?

Tren Investasi Properti 2016, Bagaimana Peluangnya di 2022?

Di antara beragam jenis instrumen investasi, sektor properti sebagaimana tren investasi properti 2016 masih menjadi salah satu pilihan terbaik. Meski modalnya besar, namun potensi keuntungan jangka panjangnya pun lebih fantastis.

Memang, sektor satu ini bisa dibilang merupakan jenis investasi jangka panjang yang sulit untuk diprediksi perkembangannya. Namun setiap instrumen penanaman modal tentu membutuhkan proses serta memiliki risikonya masing-masing, termasuk properti.

Untuk melihat bagaimana peluang serta tantangannya, calon investor bisa mempelajari bagaimana tren berinvestasi di sektor tersebut pada tahun-tahun sebelumnya. Salah satunya dengan mempelajari investasi properti 2016 untuk diterapkan di 2022.

Sekilas Tentang Tren Investasi Properti 2016

Walaupun sempat mengalami peningkatan pada 2009-2012 dan mengalami booming pada 2013, sektor properti sempat mengalami penurunan pada tahun 2015. Namun, kondisi pasar di sektor ini dianggap membaik pada tahun 2016.

Lambatnya pertumbuhan ekonomi pada sepanjang tahun 2015 memang dianggap memberi pengaruh tersendiri terhadap pertumbuhan beberapa sektor industri. Sehingga, menurunnya daya beli masyarakat membuat minat investor di sektor propertinya juga menurun.

Oleh karena itu, meskipun kurang signifikan, tren berinvestasi di bidang tanah serta bangunan pada 2016 memang mengalami kenaikan. Hal ini tak lepas dari momen turunnya harga properti pada masa itu.

Bahkan berdasarkan catatan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), investasi asing pada sektor properti akhir kuartal IV 2015 meningkat cukup tajam. Setidaknya, terdapat 246 proyek asing dengan investasi sebesar US$952,3 triliun.

Sementara di dalam negeri, penanaman modal untuk sektor tanah dan bangunan ini mencapai 108 proyek dengan nilai investasi US$621,9 triliun. Hal tersebut menjadi indikator prediksi naiknya tren investasi properti 2016.

Ditambah lagi adanya repatriasi sebagai program amnesti pajak yang menjadi momentum kebangkitan properti di tanah air. Sebab pasca repatriasi amnesti pajak pada 2016, minat berinvestasi ke sektor properti terus meningkat.

Meski pertumbuhan penjualan aset investasi properti 2016 memang masih cenderung lambat hingga di semester pertama. Namun, justru hal tersebut yang memicu naiknya tren penjualan di akhir 2016 serta tahun-tahun selanjutnya.

Peluang Tren Investasi Properti 2016 Jika Diterapkan di 2022

Meski kondisi keuangannya berbeda, namun bisa dibilang perkembangan industri tanah dan bangunan tahun 2022 serupa dengan 2016. Setelah sempat mengalami berbagai tantangan saat pandemi, sektor ini mulai pulih pada 2022.

Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Real Estate Indonesia (DPP REI) bahkan mencatat pemulihan bisnis dan pembangunan properti seiring melandainya COVID-19. Hal tersebut tentu ikut mempengaruhi tren berinvestasi pada sektor ini.

Oleh karena itu, jika menilai bagaimana tren investasi properti 2016 sebelumnya, bisa dibilang momentum 2022 memiliki peluang yang sama. Berikut beberapa peluang investasi untuk bidang ini yang dianggap masih potensial:

  1. Peluang di Bidang Pembangunan Kost-Kostan

Hingga saat ini, peluang bisnis indekos atau kostan memang masih dianggap sebagai salah satu investasi menggiurkan. Bagaimana tidak, sebab pemiliknya dapat terus mendapatkan pemasukan rutin setiap bulannya dari para penyewa.

Apalagi pasca pandemi berangsur membaik dan perkuliahan mulai dilaksanakan secara offline, mahasiswa serta pekerja mulai kembali mencari tempat tinggal. Kostan ini juga bisa disewakan untuk masyarakat sebagai tempat isolasi mandiri.

  1. Peluang di Bidang Penyewaan Apartemen

Selain penyewaan bangunan kost-kostan, unit apartemen juga bisa dimanfaatkan sebagai aset untuk disewakan. Pemilik bisa memilih sendiri sistem pembayaran sesuai keinginan maupun kebutuhan, mulai dari pembayaran bulanan hingga pembayaran tahunan.

Baca juga:  Belajar Forex dari Nol Siapkan Ini

Karena jenis propertinya berbeda, otomatis target pasar serta biaya yang dipatok pun berbeda. Umumnya, target pasar dari unit apartemen adalah pekerja atau kaum milenial dengan kondisi ekonomi yang lebih baik.

  1. Peluang di Bidang Kontrakan

Masih serupa dengan indekos serta apartemen, bisnis penyewaan lain yang bisa diinvestasikan adalah bangunan kontrakan. Perbedaan utama antara kostan dan kontrakan adalah luas bangunan serta ruangan yang terdapat di dalamnya.

Kontrakan umumnya berupa rumah atau bangunan yang terdiri dari beberapa kamar serta WC. Sehingga, kontrakan cocok ditujukan untuk target pasar keluarga kecil atau masyarakat berpendapatan tetap yang belum memiliki hunian.

  1. Peluang di Bidang Bangunan Komersial

Contoh aset yang termasuk kategori bangunan komersial di antaranya yaitu ruko atau pertokoan. Aset ini bisa disewakan maupun dijual kepada para pelaku usaha, mulai dari bisnis, perkantoran, hingga co-working space.

  1. Peluang di Bidang Aset Tanah

Selain bangunan, tanah juga merupakan pilihan aset potensial dengan peluang tinggi. Investasi jenis ini bisa dilakukan baik di pedesaan yang harganya masih murah maupun di area perkotaan dengan harga tinggi.

Tips Memulai Investasi Properti di Tahun 2022

Dengan terbatasnya lahan serta bertambahnya populasi, bisnis pada bidang tanah dan bangunan tentu selalu berpotensi. Apalagi seiring memulihnya tren positif di sektor properti Indonesia sepanjang triwulan I 2022 tahun ini.

Ditambah lagi, melihat apa yang terjadi pada investasi properti 2016 lalu, sebaiknya investor mulai menanamkan dananya sedini mungkin. Sebab sebagaimana tahun 2016, harga properti diprediksi akan melambung mulai akhir 2022.

Untuk itu, Anda perlu mengetahui apa saja yang perlu diperhatikan sebelum memulai bisnis pada bidang ini. Berikut beberapa tips untuk mulai berinvestasi pada sektor tanah dan bangunan tahun 2022 ini:

  1. Siapkan dana cukup, jangan memaksakan berinvestasi jika anggaran belum memadai.
  2. Perhatikan lokasi yang tepat dan strategis, jangan asal membeli tanpa menganalisis.
  3. Pilihlah vendor serta pengembang terpercaya yang sudah berpengalaman.
  4. Jika ingin membeli jadi, carilah properti berfasilitas lengkap untuk menambah nilainya.
  5. Jika membeli bangunan second, cek kembali kondisinya apakah masih memadai.
  6. Pastikan keamanan serta periksa legalitas tanah atau bangunan tersebut.
  7. Lakukan riset dan rajin-rajinlah mengecek perkembangan harga pasar.

Karena harga sedang terkoreksi dan perekonomian pasca pandemi mulai tumbuh kembali, peluang pada bidang properti 2022 memang membaik. Jika tren ini terus berlanjut, peluangnya bisa sebaik investasi properti 2016 lalu.

 

 

 

 

 

 

Meta Keyword : investasi properti 2016