Perhitungan Pajak Trading Forex Perlu Dipahami dengan Baik

Perhitungan Pajak Trading Forex Perlu Dipahami dengan Baik

Pajak trading forex perlu dihitung dengan baik. Itu karena, forex sendiri adalah aset yang resmi di Indonesia. Dengan label sebagai aset resmi, pemerintah tentu sudah mengeluarkan aturan yang membantu para trader.

Perlu diingat, tidak membayar pajak bisa menimbulkan masalah. Nantinya bukan tidak mungkin Anda akan mendapatkan denda.

Denda ini bisa membuat uang perlu dikeluarkan semakin besar. Sebenarnya tidak masalah jika Anda berurusan dengan hukum lalu hukuman yang didapat hanya denda.

Itu karena, Anda tinggal membayar denda tersebut dan masalah akan selesai. Yang jadi masalah, sering kali hukuman terkait pelanggaran pembayaran pajak lebih berat. Ini terlihat dari banyaknya orang yang masuk ke penjara karena masalah ini.

Memang denda sendiri lebih umum ketika membahas pajak trading forex. Namun ingat, denda tidak selamanya mudah. Terdapat beberapa orang yang mendapatkan denda lebih besar dari kemampuan pribadi.

Nantinya kondisi ini bisa membuat orang tersebut mau tidak mau harus menjual aset. Itu karena, denda ini perlu dibayar dengan masa tahanan jika tidak bisa dibayarkan. Oleh karena itu, jangan hanya membaca kisah orang yang kaya karena forex.

Pahami juga setiap hal di dalamnya ketika akan terjun. Jangan sampai Anda malah mengalami masalah karena kurang melakukan riset. Hal ini bisa berbahaya dan menimbulkan efek buruk yang berkelanjutan.

Dasar Adanya Pajak Trading Forex

Pajak untuk trading forex sekarang memiliki dasar hukum. Pajak ini sendiri masih masuk ke prinsip pemungutan pajak penghasilan. Ini masih dalam lingkup asas sumber dan asas domisili. Untuk lebih jelas, asas sumber berlaku untuk setiap subjek pajak.

Subjek pajak yang dimaksudnya sendiri berada pada lingkup dalam dan luar negeri. Untuk asas domisili sendiri sedikit berbeda. Nantinya asas domisili ini berlaku untuk subjek pajak yang memenuhi ketentuan domisili di Indonesia.

Oleh karena itu, pajak ini tetap perlu dibayarkan jika Anda melakukan transaksi trading di luar negeri namun masih berdomisili di Indonesia. Nantinya transaksi tersebut perlu dilaporkan menggunakan SPT.

Tentu transaksi tersebut akan terkena Pph sesuai jumlah yang berlaku. Nantinya pelaporan SPT sendiri tidak hanya merincikan tentang transaksi forex. Ini akan digabungkan dengan sumber pemasukan lain yang Anda miliki.

Ketika membahas pajak trading forex, kejujuran sangat penting untuk dimiliki. Patut diakui, ada banyak peluang melakukan kecurangan ketika sedang melakukan pelaporan pajak. Itu karena, transaksi forex sendiri cukup sulit untuk dilacak.

Tetapi ingat, kecurangan semacam ini bisa menimbulkan banyak efek buruk. Pertama, ini membuat kemajuan bangsa menjadi semakin jauh. Kedua, Anda juga berisiko mengalami masalah dengan badan pajak di masa depan.

Jangan Tertukar Antara Pajak untuk Trading Forex dan Saham

Ada banyak orang yang tertukar antara pajak trading forex dan saham. Kondisi ini bisa diwajarkan mengingat perbedaan dari keduanya belum banyak diketahui. Perlu diketahui, perbedaan dari kedua tipe trading ini sebenarnya sangat jelas.

Oleh karena itu, perbedaan perhitungan pajaknya juga sangat terlihat. Jika Anda belum mengetahui teknik perhitungan tersebut, ini adalah tempat yang tepat. Di sini akan diuraikan secara lebih rinci mengenai teknik perhitungannya.

  1. Forex

Teknik perhitungan dari pajak trading forex pertama diatur secara singkat. Jika ingin membuka aturannya secara lebih rinci, Anda bisa membuka UU Nomor 36 Tahun 2008. UU itu sendiri membahas pajak penghasilan secara keseluruhan.

Baca juga:  Strategi Trading Forex Pemula Terbukti Ampuh

Inti dari UU tersebut sebenarnya sangat sederhana. Di sana dijelaskan jika profit yang dihasilkan lewat selisih kurs mata uang termasuk ke dalam objek pajak. Tentu selisih ini hanya akan didapat lewat transaksi forex.

Perlu diketahui, tidak semua trading forex perlu melakukan pembayaran pajak. Itu karena, pajak tersebut hanya perlu dibayarkan oleh trader dengan penghasilan lebih dari 4,5 juta rupiah per bulan. Jika di bawah itu, pajak tidak perlu dibayarkan.

Pajak trading forex sendiri tidak baku secara keseluruhan. Itu karena, jumlah pajaknya menyesuaikan dengan besar penghasilan yang dimiliki. Untuk Anda yang penghasilannya di bawah 60 juta, pajak yang perlu dibayarkan adalah 5% dari total profit.

Sedangkan untuk Anda yang penghasilannya berada di angka 60 – 250 juta, jumlah yang perlu dibayarkan adalah 15% dari profit. Jumlah ini akan meningkat lagi jika penghasilan yang didapat berada pada angka 250 – 500 juta.

Pada kondisi tersebut, jumlah pajak yang perlu dikeluarkan adalah 25 persen. Jumlahnya akan meningkat lagi untuk penghasilan di angka 500 juta hingga 5 miliar. Jumlah pajaknya adalah sekitar 30 persen.

Biaya tertinggi sendiri perlu dikeluarkan oleh Anda yang memiliki penghasilan di atas 5 miliar rupiah. Nantinya biaya pajak yang perlu dikeluarkan adalah sekitar 35 persen.

  1. Saham

Setelah memahami pajak trading forex, penting juga untuk memahami besar pajak untuk saham. Itu karena, keduanya memiliki perbedaan jelas. Jangan sampai membayar pajak forex dengan perhitungan saham atau sebaliknya.

Nantinya hal tersebut bisa membuat Anda mengalami masalah dengan badan hukum. Pajak trading saham sendiri diatur dalam peraturan pemerintah No. 41 tahun 1997 yang membahas tentang pajak penghasilan dari saham atau bursa efek.

Oleh karena itu, dasar hukumnya saja sudah berbeda dengan pajak untuk forex. Perhitungan besaran pajak dari saham sendiri bisa dikatakan sangat sederhana. Nantinya jumlah yang perlu dibayarkan adalah 0,1 persen dari bruto transaksi penjualan.

Misal bruto transaksinya adalah 5 miliar rupiah. Pada kondisi ini, jumlah pajak yang perlu dibayarkan adalah 0,1 persen x 5 miliar yaitu 5 juta rupiah.

Pastikan untuk serius dalam melakukan perhitungan pajak. Jangan sampai melakukan kesalahan lalu mengalami masalah dengan badan hukum. Perlu diingat, pajak trading forex berbeda dengan saham.