Olahraga Renang Dimulai Sejak Abad ke 19 di Kota London

Berenang jadi salah satu kegiatan olahraga yang banyak disukai baik oleh tua maupun muda. Tidak hanya menjaga kesehatan dan stamina tubuh, berenang juga punya manfaat yang baik bagi paru-paru. Namun, sudah tahukah ternyata olahraga renang dimulai sejak abad ke 19 di kota London?

Nyatanya, fakta sejarah ini masih jauh diketahui oleh orang banyak. Terkenal awal-awal di Eropa kini berenang jadi salah satu kegiatan favorit di berbagai belahan dunia dengan segala manfaatnya. Yuk, kenali lebih jauh terkait renang, sejarah dan lainnya.

Pengertian Renang

Renang atau berenang adalah kegiatan menggerakkan tubuh melawan arus air. Dalam dunia olahraga, renang merupakan cabang olahraga yang banyak diperlombakan berdasar opsi kecepatan atau keindahan gerak tubuh.

Salah satu cabang olahraga akuatik ini memiliki teknik dasar tertentu meliputi:

  • Teknik pernafasan: Teknik ini meliputi mengatur napas ketika masuk ke dalam air. Teknik utama ini memungkinkan perenang dapat bergerak leluasa tanpa kehabisan oksigen meskipun sedang tidak di darat.
  • Teknik meluncur: Terutama pada cabang renang tertentu, teknik meluncur masuk dalam elemen penilaian lomba. Dengan teknik luncur yang baik pula seorang perenang akan jauh dari kemungkinan cedera.
  • Teknik mengapung horizontal: Mengapung horizontal bisa diartikan dengan membentangkan tubuh secara rileks pada permukaan air. Kontrol dan ketenangan akan membuat tubuh perenang tidak tenggelam.
  • Teknik mengambang vertikal: Teknik ini banyak digunakan untuk mengambil nafas ke permukaan tanpa harus keluar seluruhnya dari air. Teknik mengambang ini mengandalkan teknik tendangan dari kaki.

Renang mengandalkan gaya apung ke atas tubuh dan gerak sinkron antara lengan, bandan dan sepanjang kaki. Dengan kemampuan gerak yang sinkron tubuh akan bergerak maju tanpa tenggelam di air.

Baca juga:  Panutup Dina Wawacan Disebut

Dengan menguasai keempat teknik dasar di atas maka perenang bisa berenang dengan baik dalam air tanpa takut tenggelam atau cedera berlebih. Tidak hanya itu, seorang perenang diharuskan meregangkan otot sebelum masuk ke dalam air.

Olahraga Renang Dimulai sejak Abad ke 19 di Kota London

Sejarah renang dimulai dari kota London sekitar tahun 1837 atau abad ke 19. Awalnya di kota London hanya terdapat 6 kolam renang sementara renang semakin diminati oleh penduduk sekitarnya.

Hingga akhirnya banyak organisasi renang bermunculan dan puncaknya olahraga akuatik ini masuk ke dalam perlombaan olahraga Olimpiade dunia yang pertama kali diselenggarakan pada tahun 1896 di Athena.

Olahraga renang dimulai sejak abad ke 19 di kota London kini kian berkembang bahkan hingga seluruh dunia termasuk Indonesia. Kota yang pertama kali jadi inisiator pengadaan olahraga renang secara khusus di Indonesia adalah kota Bandung.

Bukti ini bisa ditemukan dengan bangunan kolam renang yang dibangun pada tahun 1904 di Cihampelas. Dari bangunan ini, olahraga renang secara lebih luas bisa dikenal oleh masyarakat luas bahkan hingga dilombakan secara resmi di kota besar lain termasuk Jakarta.

Kini olahraga akuatik renang semakin terkenal mengingat manfaatnya yang cukup lengkap meliputi:

  • Membentuk massa otot
  • Merampingkan tubuh
  • Meningkatkan fungsi dan kemampuan kerja organ jantung dan paru
  • Mempercepat peregangan otot dan tulang (menambah tinggi badan)
  • Melatih sistem kardiovaskular
  • Menghilangkan stres berlebih
  • Membakar kalori lebih efektif daripada berlari

Jenis-Jenis Gaya Renang

Sedikitnya, terdapat 5 jenis gaya renang yang bisa digunakan secara fleksibel oleh para perenang. Mulai dari gaya yang paling dasar, mudah, hingga sulit semuanya bisa dicoba satu per satu bahkan hingga mengikuti perlombaannya.

Baca juga:  Wa Fiika Barakallah

1. Gaya Bebas

Olahraga renang dimulai sejak abad ke-19 di kota London dengan mengusung gaya bebas. Gaya renang ini mengandalkan gerakan mengayuh air dari kedua lengan secara bergantian. Sementara kaki mengikuti gerakan kedua lengan yakni diayun lurus bergantian kanan-kiri dari atas ke bawah.

Posisi badan tengkurap dan muka masuk ke dalam air. Sementara untuk mengambil nafas dilakukan saat ayunan keluar salah satu lengan dan posisi tubuh menjadi sedikit miring ke bagian samping. Gaya renang ini disebut sebagai gaya renang paling efisien karena gerakannya mudah dan cepat.

2. Gaya Dada

Gaya ini sering disebut juga dengan gaya katak. Dimana memang gerakannya menyerupai gerakan hewan tersebut ketika sedang berenang di air. Gerakan renang ini bagi sebagian orang merupakan gerakan favorit karena mudah dilakukan.

Lengan akan terus membuka jalan di air maju ke depan dengan gerakan membuka air ke samping. Secara sinkron sementara kaki akan mendorong tubuh ke depan dengan cara menendang air. Pengambilan napas dilakukan saat kepala berada di permukaan air.

Namun, gaya dada ini disimpulkan sebagai gerakan yang paling lambat karena gerakan lengan dan kaki dilakukan bersamaan. Karenanya gaya ini banyak diajarkan bagi mereka yang baru pertama kali mengenal renang.

3. Gaya Punggung

Dinilai sebagai gaya renang yang cukup sulit, seorang perenang perlu melakukan gerakan yang berimbang antara kecepatan, sinkronisasi gerak tubuh, dan gaya apung tubuh. Tidak sedikit dari mereka yang tiba-tiba kehilangan keseimbangan dan tenggelam saat mencoba gaya ini.

Perenang akan memposisikan tubuhnya untuk terlentang di air sehingga cukup mudah untuk mengambil napas. Gerakan kaki serupa dengan gaya bebas namun kedua lengan nantinya bergantian dengan cara memutar ke depan untuk menuju posisi pinggang seperti mengayuh.

Baca juga:  Iklan Dibuat dengan Tujuan Apa? Ini Tujuan dan Cirinya

Saat perlombaan renang gaya ini nantinya perenang akan melakukan start langsung dari dalam air. Berbeda dengan lomba renang gaya lainnya yang kebanyakan melakukan start dari balok start di atas kolam renang.

4. Gaya Kupu-Kupu

Olahraga renang dimulai sejak abad ke 19 di kota London dan gaya renangnya kini banyak dikembangkan. Salah satunya gaya lumba-lumba dengan mekanisme gerak kedua lengan bersamaan digerakkan ke arah luar lalu diayunkan ke depan.

Lalu kedua kaki akan bergerak bersamaan layaknya sirip lumba-lumba saat berenang. Napas akan diambil saat kepala berada di luar permukaan air. Gaya ini sebenarnya gaya yang paling baru diciptakan. Tidak jarang perenang kesulitan untuk melakukan koordinasi gerak lewat gaya renang ini.

Butuh kekuatan yang cukup besar untuk menciptakan gaya dorong maju ke depan dalam air dengan menggunakan gaya renang ini. Sedangkan pada perlombaannya penilaian akan berdasar pada kecepatan gerak renang.

5. Gaya Apung

Terakhir, gaya apung yang sebenarnya jadi teknik dasar untuk bisa berenang. Gaya ini menjadi fokus pertama bagi calon perenang. Karenanya setiap hendak mempelajari renang seseorang sering diberi pelampung atau papan renang untuk melatih gaya apung.

Gaya ini memang tidak diperlombakan namun nyatanya gaya apung cukup krusial sebagai teknik menyelamatkan diri saat terjebak di dalam air. Baik apung secara vertikal maupun horizontal harus dikuasai oleh seorang perenang.

 

Walaupun olahraga renang dimulai sejak abad ke 19 di kota London, kini ketenarannya sudah menyebar hingga kemana-mana. Tidak hanya digunakan sebagai metode untuk mengolah fisik, nyatanya renang juga digunakan untuk mengurangi stres pada tubuh.