Mengapa setiap daerah memiliki corak ragam hias yang berbeda

Mengapa Setiap Daerah Memiliki Corak Ragam Hias yang Berbeda

Mengapa setiap daerah memiliki corak ragam hias yang berbeda? Indonesia sebagai negara kepulauan dengan suku dan budaya yang juga beragam jadi salah satu faktor kenapa memiliki corak ragam yang cukup bervariatif.

Nyatanya corak ragam hias tidak hanya digunakan sebagai corak di kain saja tapi juga digunakan sebagai hiasan di berbagai benda lainnya. Berbeda daerah, maka berbeda juga corak ragam hias yang jadi ciri khasnya.

Apa itu Corak Ragam Hias?

Corak sendiri pada umumnya bisa diartikan sebagai ukiran atau gambar di media tertentu. Namun, corak ragam hias langsung merujuk pada karya seni, bentuk adat, hingga ciri khas kebudayaan di Indonesia.

Lalu bagaimana suatu corak ragam bisa terbentuk? Para ahli memiliki pendapat yang berbeda-beda terkait hal ini. Sebagian berpendapat corak dulunya hanya bisa dibuat oleh orang penting, seniman kerajaan, pemuka agama, dan peran penting lainnya.

Hal ini disampaikan karena corak yang diukir memiliki nilai tertentu dan dianggap sakral pemakaiannya. Sementara sebagian lagi berpendapat bahwa corak merupakan warisan turun temurun yang dibuat sebagai bentuk peradaban tanpa nilai yang mengikat.

Kesepakatan untuk membuat corak tertentu juga dilakukan di zaman nenek moyang hingga akhirnya jadi corak dengan ciri khas tersendiri. Selanjutnya faktor lain seperti lanskap, keberagaman sumber daya alam, hingga lainnya juga jadi pengaruh sendiri terhadap suatu corak.

Corak ragam hias adalah dasar bentuk hiasan yang membentuk pola tertentu dan digunakan pada kerajinan atau peralatan khas lainnya. Pola seperti ini bisa didapatkan dengan cara yang cukup beragam.

Mulai dari mencelup, mencetak, memahat, jumputan, digambar, dan lainnya. Perlu diketahui corak khas ragam hias yang dimiliki setiap daerah berbeda-beda. Secara umum corak ragam hias masuk dalam karya seni etnik, artinya karya seni dengan esensi khas daerah.

Dulu corak dibuat secara manual dan menggunakan pewarna alami. Namun sekarang proses pembuatan sudah banyak berkembang. Ada yang menggunakan teknik laser, cetak mesin hingga cara otomatis lainnya.

Mengapa Setiap Daerah Memiliki Corak Ragam Hias yang Berbeda?

Mengapa setiap daerah memiliki corak ragam hias yang berbeda bahkan punya ciri khas warna dominan yang berbeda? Ada banyak faktor yang mempengaruhi hal ini. Lebih jelasnya simak alasan berikut:

1. Pengaruh Corak Budaya Setempat

Faktor pertama yang jadi penyebab kenapa Indonesia memiliki corak ragam hias yang berbeda yakni karena faktor atau pengaruh corak budaya setempat. Secara tidak langsung, banyak corak budaya terutama berupa gerakan atau aktivitas yang diukir dalam corak tertentu.

Tentu saja dengan bentang daerah yang cukup luas akan banyak ditemukan budaya yang berbeda-beda. Bagaimanapun corak budaya yang dituangkan dalam sebuah karya bisa berbentuk berupa garisan abstrak atau berpola geometri hingga dilukis sedetail mungkin mirip budaya tersebut.

2. Pengaruh dari Lanskap Daerah Tertentu

Faktor lain yang membuat setiap daerah memiliki corak ragam hias yang berbeda yakni lanskap atau bentang alam daerah tertentu. Penggambaran corak tidak hanya bersumber dari aktivitas atau kegiatan budaya tertentu oleh leluhur tapi juga bersumber dari bentuk alam apa yang dilihat.

Karenanya bisa ditemukan corak flora yang bisa ditemukan di corak ragam hias daerah tertentu. Tidak hanya berupa tanaman atau flora, pengaruh lanskap juga menciptakan corak ragam berupa fauna yang tidak kalah indah

3. Pengaruh dari Kekayaan Alam Sekitar

Mengapa setiap daerah memiliki corak ragam hias yang berbeda juga dapat pengaruh dari kekayaan hasil alam sekitar. Corak ragam yang biasanya ditemukan dengan warna yang khas setiap daerahnya. Dulu nenek moyang mengambil sumber warna dari tumbuhan yang ada di alam.

Baca juga:  Apa Tujuan Penulis Menampilkan Teks Tersebut & Jenis Teks

Hal ini juga yang mempengaruhi akhirnya bentuk, intensitas warna hingga alur corak yang khas di masing-masing daerah. Sekalipun corak dibuat dalam kayu (pahatan) pewarnaan sesuai dengan kekayaan alam tetap banyak dilakukan. Seperti halnya menggunakan warna hitam dari arang.

Jenis-Jenis Corak Ragam Hias

Sudah paham mengapa setiap daerah memiliki corak ragam hias yang berbeda, tentunya perlu juga memahami ada apa saja jenis corak ragam terutama yang banyak ditemukan di Indonesia. Sedikitnya ada 4 corak utama, berikut penjelasannya:

1. Corak Ragam Hias Figuratif

Figur atau mudahnya diartikan sebagai orang, ternyata juga masuk jadi corak ragam hias khas dari daerah tertentu di Indonesia. Lekat akan jenis tradisi adat, kegiatan sakral, hingga bentuk pemujaan pada leluhur tidak jarang dulunya benda dengan corak ini disucikan.

Bisa dikatakan dulunya penggambaran corak ini tidak bisa asal-asalan. Memuat suatu nilai bahkan nantinya disucikan, tidak jarang corak yang digambar pada kain, alat musik atau perkakas melambangkan kekuatan seorang yang berpengaruh.

Corak ragam figuratif bisa banyak ditemukan di benda-benda yang berasal dari Papua. Sebut saja ukiran dalam alat musik tabuhnya. Bergeser ke daerah Sulawesi, corak yang sama banyak digunakan untuk memperindah kain tenun.

4. Corak Ragam Hias Flora

Tidak kalah banyak digunakan, corak hias flora lebih identik dengan tanah pulau Jawa. Dapat dikatakan demikian karena memang banyak ditemukan kain batik dengan corak khas satu rumpun tumbuhan.

Terletak tepat di garis khatulistiwa, membuat Indonesia menjadi negara tropis dengan keanekaragaman hayati. Ini juga yang akhirnya jadi identitas sekaligus ciri khas corak ragam hias dalam karya seni Indonesia.

5. Corak Ragam Hias Fauna

Setiap daerah memiliki corak ragam hias yang berbeda salah satunya dengan corak ragam hias fauna. Corak ini seperti namanya lekat dengan gambar hewan yang cukup beragam menyesuaikan dengan asal daerah corak tersebut.

Sebut saja Papua yang punya corak hias fauna berupa burung cenderawasih, Sumatera yang punya corak fauna berupa gajah, dan daerah lainnya. Tidak hanya digambar berdasar fauna khas yang ada di daerahnya, penggambaran corak fauna juga tidak jarang didasari oleh cerita mitologi fauna.

Corak mungkin tidak akan ditemukan sama persis dengan bentuk dan warna hewan tertentu. Umumnya corak ini hanya dibuat dengan membentuk siluetnya saja. Sementara pemilihan warna tidak jarang berkutat pada warna alam.

6. Corak Ragam Hias Geometris

Tidak hanya corak makhluk hidup, ternyata Indonesia juga punya corak ragam hias geometri. Corak hias ini memiliki alur yang cukup indah dan biasanya lebih banyak diterapkan pada kain atau di dinding bangunan.

Corak satu ini bisa banyak ditemukan di daerah Aceh namun tidak menutup kemungkinan juga untuk bisa menemukan ragam corak geometris di tempat lainnya. Seperti halnya batik Solo yang terkenal dengan alur corak yang rapi dan indah, maka corak ini bisa masuk dalam lingkup corak geometris.

 

3 faktor di atas jadi jawaban dari pertanyaan mengapa setiap daerah memiliki corak ragam hias yang berbeda. Sebagai negara multikultural, Indonesia memiliki banyak sekali corak khas daerah dan utamanya memiliki 4 jenis corak ragam hias utama seperti yang sudah disebutkan sebelumnya.