Ketahui Fatwa MUI Tentang Trading Forex Berikut Ini

Ketahui Fatwa MUI Tentang Trading Forex Berikut Ini

Mengenai status fatwa MUI tentang trading forex, banyak yang masih bertanya-tanya apakah perdagangan itu halal atau haram? Jual beli di pasar keuangan atau dikenal dengan istilah trading adalah salah satu alat investasi yang populer karena imbal hasil yang menarik.

Perbedaan pendapat di kalangan ulama dan munculnya pandangan bahwa jual beli adalah candaan karena mirip judi sering membingungkan orang, khususnya umat Islam, sehingga tidak ada transaksi.

Mengetahui status hukum dari jual beli mata uang ini tentunya sangat penting untuk sekarang ini. Melihat begitu besarnya perhatian masyarakat terhadap sistem jual beli ini. Jika belum mengetahui fatwa MUI tentang trading forex, bisa jadi kita berada pada lubang yang salah

Pengertian Mengenai Trading Berikut Ini

Pengertian trading Secara umum trading adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan transaksi jual beli di pasar keuangan. Bentuk tradingnya bisa bermacam-macam, mulai dari jual beli emas, saham, indeks, komoditas, bitcoin, hingga forex alias forex trading.

Dalam perdagangan valuta asing (valas), instrumen yang diperdagangkan terkait dengan valuta asing. Nilai tukar adalah nilai tukar atau harga mata uang negara-negara di seluruh dunia yang diterapkan di tingkat internasional. Fatwa MUI tentang trading forex itu juga bisa berbeda-beda.

Contoh: Rupiah ke USD, Rupiah ke Euro, dll. Sedangkan untuk pasar modal, instrumen yang diperdagangkan tidak bersifat moneter sebagai bukti kepemilikan oleh suatu perseroan terbatas atau perseroan terbatas.

Singkatnya, perdagangan mirip dengan konsep jual beli investasi pada umumnya. Dalam perdagangan, ada interaksi seperti membeli sesuatu untuk dijual kembali dengan harga yang bisa lebih tinggi dari harga beli jika dilakukan melalui analisis dan perhitungan yang tepat.

Namun, meski sama-sama bisa menghasilkan profit, trading berbeda dengan investasi. Dari segi tujuan, trading lebih cocok untuk keuntungan jangka pendek, sedangkan investasi lebih cocok untuk jangka panjang

Hukum Trading Menurut Fatwa MUI Tentang Trading Forex

Di Indonesia, keputusan untuk melakukan bisnis halal atau haram diputuskan oleh Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pada dasarnya, fatwa MUI tentang trading forex mengizinkan operasi valuta asing dengan persyaratan yang sesuai dengan hukum komersial Islam, sebagai berikut:

  1. Tidak berdasarkan spekulasi atau faktor acak
  2. Harus mengandung kejelasan
  3. Berisi transaksi sebagai tindakan pencegahan atau keamanan
  4. Transaksi yang dilakukan dalam mata uang yang sama dengan nilai yang sama dan diselesaikan secara tunai atau tunai menurut fatwa MUI tentang trading forex yaitu boleh
  5. Jika sebaliknya atau jika mata uang jenis lain, transaksi harus dilakukan pada nilai tukar yang berlaku pada nilai pasar pada saat transaksi terjadi. Kontrak juga harus dalam bentuk tunai atau secara langsung, dibayarkan secara tunai dan melalui transfer.

Jenis-Jenis dari Trading Beserta Hukumnya

Setidaknya ada empat jenis perdagangan valas yang paling umum yang perlu dikenali, yaitu perdagangan spot, perdagangan berjangka, perdagangan swap dan perdagangan opsi. Dari 4 jenis transaksi tersebut, hanya transaksi tunai yang diperbolehkan oleh syariat Islam.

  1. Perdagangan spot

Perdagangan spot adalah pembelian dan penjualan mata uang yang dilakukan pada saat ini (beli di luar konter) atau diselesaikan dalam waktu paling lambat dua hari. Menurut fatwa MUI tentang trading forex hukumnya diperbolehkan karena dibayar lunas.

  1. Perdagangan Berjangka

Perdagangan berjangka menentukan nilai jual beli mata uang, tetapi penyerahan di masa depan antara 2 hari dan satu tahun. Hukum terlalu tinggi karena harga yang tetap selalu merupakan kesepakatan dan belum tentu nilainya sama di kemudian hari sehingga tidak adil dalam islam.

  1. Swap
Baca juga:  Trik Belajar Forex Kaskus yang Cocok Bagi Trader Pemula

Transaksi valuta asing ini merupakan kontrak jual beli yang menggabungkan sistem spot dan forward sehingga hanya diserahkan pada saat harga terus naik. Hukum swap menurut fatwa MUI tentang trading forex dilarang karena bersifat spekulatif.

  1. Perdagangan Opsi

Serupa dengan perdagangan valuta asing yang dilarang karena alasan spekulatif, perdagangan opsi juga bersifat spekulatif karena jual beli dilakukan atas dasar nilai tertentu dan untuk jangka waktu tertentu tergantung pada orang yang dipilih.

  1. Transaksi Cashless

Anda harus menghindari transaksi seperti itu karena berpotensi memperkenalkan rentenir dan memungkinkan untuk membuat kontrak tanpa uang tunai, membayar dengan mencicil atau tidak membayar penuh, sehingga menurut fatwa MUI tentang trading forex hukumnya tidak sah.

Berikut Ini Syarat Trading Dikatakan Halal

Ketentuan umum untuk melakukan trading. Transaksi mata uang pada prinsipnya dapat dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Bukan untuk spekulasi (kebetulan)
  2. Ada kebutuhan untuk transaksi atau kehati-hatian (tabungan)
  3. Jika transaksi dilakukan dengan mata uang yang sama, nilainya harus sama dan secara tunai (at-taqabudh)
  4. Jika jenisnya berbeda maka harus dilakukan dengan kurs (kurs) yang berlaku pada saat transaksi dilakukan dan secara tunai.

Kemudian, pahami juga jenis transaksi valas :

  1. Perdagangan spot, yaitu pembelian dan penjualan mata uang (valas) untuk pengiriman pada saat itu (pembelian over-the-counter) atau untuk pembayaran paling lambat dalam dua hari. Hukum mengizinkannya, karena dianggap uang, sementara dua hari dianggap sebagai proses penyelesaian yang tak terhindarkan dan transaksi internasional.
  2. Perdagangan berjangka, yaitu transaksi jual beli mata uang yang nilainya ditentukan pada saat ini dan akan diterapkan di masa yang akan datang, dalam jangka waktu 2 x 2 jam sampai dengan satu tahun. Hukumnya haram, karena harga yang digunakan adalah harga yang disepakati (muwa’adah) dan penyerahan dilakukan di kemudian hari, meskipun harga pada waktu penyerahan belum tentu sama dengan nilai yang disepakati. berupa kontrak forward untuk kebutuhan yang tidak dapat dihindarkan (lil hajah).
  3. Swap adalah kontrak untuk membeli atau menjual mata uang asing pada harga spot yang dikombinasikan dengan pembelian dan penjualan mata uang asing yang sama pada harga forward. Hukumnya haram karena mengandung unsur maisir (spekulasi).
  4. Perdagangan opsi, adalah kontrak opsi beli atau jual yang tidak dieksekusi pada sejumlah unit mata uang asing pada harga dan durasi atau tanggal akhir tertentu.

Hukumnya fatwa MUI tentang trading forex yakni haram karena mengandung unsur maisir (spekulasi).