1 hektar berapa rante

Ketahui 1 Hektar Berapa Rante dan Satuan Tradisional Lainnya

Anda mungkin pernah mendapat soal 1 hektar berapa rante. Kedua jenis satuan ini memang biasanya digunakan untuk mengukur luas tanah dan kebun. Namun tidak semua orang memahami rante karena memang biasanya orang – orang memakai satuan hektar dan are saja.

Tetapi jika Anda memiliki pekerjaan di bidang pengukuran tanah atau memiliki pekerjaan di bidang yang mirip, memahami satuan rante ini sangat penting. Hal ini karena rante termasuk dalam salah satu jenis satuan tradisional yang dipakai di beberapa wilayah di Indonesia.

Konversi 1 hektar berapa rante juga harus dipahami karena terkadang pengetahuan tentang konversi beberapa satuan luas pasti akan bermanfaat kedepannya. Sebaiknya Anda juga belajar tentang satuan luas lainnya selain rante, termasuk beberapa jenis satuan yang tradisional.

Di Indonesia terdapat beberapa wilayah yang masyarakat di dalamnya tidak selalu menyebutkan hektar atau are dalam satuan luas. Terkadang masyarakat tersebut memiliki sebutan satuannya sendiri yang tidak semuanya dipahami oleh masyarakat daerah lain.

1 Hektar Berapa Rante dan Satuan Tradisional Lainnya

Belajar tentang cara menghitung luas sebuah tanah atau kebun beserta satuannya terkadang terasa sulit. Hal ini karena Anda harus mengingat semua jenis satuannya serta berapa nilainya jika dikonversikan ke satuan lain. Tidak heran jika pengetahuan seperti ini sangat penting.

Selain hektar dan are sebenarnya juga terdapat beberapa jenis satuan lainnya yang tergolong tradisional. Mungkin saja Anda tidak akan berhadapan dengan beberapa jenis ini, namun jika Anda memiliki pekerjaan di bidang tanah atau sejenisnya, tentu saja penting mempelajarinya.

Agar lebih memahami lagi tentang beberapa satuan tradisional, sebaiknya perhatikan beberapa jenis berikut ini.

  1. Rante

Salah satu jenis satuan tradisional paling sering disebutkan adalah rante. Bahkan ada banyak orang yang bertanya 1 hektar berapa rante. Rante juga digunakan untuk mengukur luas tanah oleh beberapa masyarakat di Indonesia. 1 hektar jika jika dikonversikan akan menjadi 25 rante.

Rante sering sekali digunakan oleh masyarakat Sumatera atau sering disebutkan di wilayah tersebut. Selain dikonversikan ke hectare terkadang rante juga dikonversikan ke meter per segi tergantung dengan kondisi, kebutuhan atau keinginan.

Jika dikonversikan ke meter per segi maka 1 rante sama dengan 405 meter per segi. Pertanyaan tentang konversi rante ke meter per segi ini juga sering disebutkan selain pertanyaan 1 hektar berapa rante.

  1. Ru

Selain rante juga terdapat ru yang cukup sering digunakan. Ru disebut juga dengan ubin atau tumbak. Mungkin Anda jarang mendengarnya, namun ru ini sering sekali digunakan untuk mengukur luas tanah atau kebun, terutama di salah satu wilayah Indonesia yaitu Jawa Tengah.

Meskipun ru memiliki nama lain yaitu ubin atau tumbak, namun penggunaannya sedikit berbeda. Hanya saja dari ketiga sebutan tersebut nilainya sama. jika ru lebih sering digunakan untuk mengukur luas tanah, ubin lebih sering digunakan untuk mengukur luas sawah.

Sebenarnya tidak hanya di Jawa Tengah saja, namun hampir keseluruhan pulau Jawa sering sekali menyebutkan ru, ubin atau tumbak saat mengukur sebuah tanah. Sehingga Anda tidak perlu heran jika menemukan sebutan ini suatu hari nanti di sekitar pulau Jawa.

Bahkan ru, ubin dan tumbak sebenarnya sudah dikenal sejak zaman Belanda. Orang – orang pada zaman tersebut lebih banyak mencari tahu tentang ru, tumbak dan ubin daripada 1 hektar berapa rante. Namun seiring berjalannya waktu, hectare dan are lebih sering digunakan.

  1. Bahu

Selain ru, ubin dan tumbak, juga terdapat bahu yang sering digunakan oleh masyarakat di pulau Jawa. Di pulau Jawa memang ada banyak jenis satuan yang dipakai untuk mengukur luas tanah, kebun atau sawah. Asal muasal beberapa satuan ini adalah dari zaman penjajahan Belanda.

Baca juga:  Kata Ansambel Berasal dari Bahasa Apa? Ini Jawabannya

Bahkan sebutan bahu sebenarnya berasal dari kata bau atau bouw. Bouw merupakan bahasa Belanda yang memiliki arti garapan. Awalnya bahu lebih banyak digunakan untuk mengukur luas sawah, namun semakin lama bahu juga digunakan untuk mengukur luas tanah atau kebun.

Bahkan bahu juga beberapa kali digunakan di luar pulau Jawa meskipun tidak sesering itu. Dibandingkan dengan pertanyaan 1 hektar berapa rante, memang bahu tidak banyak dipertanyakan atau dibahas, namun Anda bisa mempelajarinya untuk menambah pengetahuan.

  1. Anggar

Anggar juga digunakan oleh beberapa masyarakat Indonesia, terutama masyarakat di wilayah Kalimantan Barat. Memang tidak banyak yang membahas konversi anggar ke hektar dan sebaliknya. Hal ini karena anggar lebih sering dikonversikan ke meter per segi atau sebaliknya.

Jika dikonversikan, 1 anggar sama dengan 303 meter per segi. Ukuran ini dipakai oleh masyarakat Kalimantan Barat untuk mengukur luas tanah yang akan dibangun sebuah bangunan.

Di samping mempelajari 1 hektar berapa rante, Anda juga harus mencoba belajar ukuran anggar, karena mungkin saja Anda akan membutuhkan pengetahuan tentang hal ini, baik dalam hal pekerjaan atau lainnya.

  1. Rakit

Jika Anda suka berinvestasi tanah atau bekerja di sebuah perusahaan bidang investasi tanah, tentu sebutan rakit ini sudah tidak asing lagi. Selain disebut sebagai nama benda yang dapat mengapung di perairan, rakit juga termasuk dalam salah satu ukuran luas tradisional.

Kebanyakan orang menggunakan ukuran rakit dalam dunia investasi tanah. Daerah yang biasanya memakai ukuran rakit untuk mengukur luas tanah adalah daerah Jawa dan Pantura. Anda bisa menganggap rakit juga sering dipertanyakan seperti 1 hektar berapa rante.

1 raki jika dikonversikan ke meter per segi akan setara dengan 1000 meter per segi. Mudah sekali untuk mengingatnya, terutama jika Anda memang harus mempelajarinya untuk urusan kerja dan lainnya.

  1. Borong

Mungkin Anda juga pernah sepintas mendengar ukuran borong. Namun jika belum pernah mendengarnya, ukuran borong sering sekali digunakan di wilayah Kalimantan Barat. Sehingga wajar saja jika Anda berasal dari daerah selain Kalimantan masih belum pernah mendengarnya.

1 borong setara dengan 1/6 hektar. Meskipun lebih sering memakai 1 hektar berapa rante, namun Anda harus mencoba mempelajari tentang ukuran borong. Hal ini karena mungkin saja di masa depan nanti Anda akan membutuhkannya.

  1. Kesuk

Satuan tradisional yang terakhir adalah kesuk. Namanya memang cukup asing karena tidak sering digunakan. Ukuran kesuk berasal dari daerah Mataram, sehingga lebih sering masyarakat di daerah tersebut yang memakainya.

Sama halnya dengan jenis ukuran tradisional lain, kesuk juga dipakai untuk mengukur luas tanah atau sawah. Terkadang ukuran kesuk memang disebutkan di beberapa daerah di pulau Jawa meskipun akhirnya tidak terlalu banyak yang memahami ukuran tradisional ini.

Mempelajari berbagai jenis satuan untuk mengukur luas tanah, sawah atau kebun memang sangat penting. Terutama jika nantinya Anda akan berurusan dalam bidang ini. Sebaiknya jangan hanya mempelajari 1 hektar berapa rante, namun juga satuan tradisional lainnya.