Keputusan Investasi Adalah, Simak Penjelasannya di Sini(smallseotools)

Keputusan Investasi Adalah? Simak Penjelasannya di Sini

Keputusan investasi adalah bagian fundamental dan harus diketahui oleh orang-orang yang akan melakukan kegiatan investasi pada suatu perusahaan atau hal lain.

Apalagi saat ini berinvestasi merupakan salah satu perencanaan keuangan yang banyak diminati oleh banyak orang dengan berbagai tujuannya masing-masing.

Sehingga jika Anda ingin terjun ke bidang ini, hal-hal mendasar perlu dipahami untuk memudahkan perjalanan berinvestasi di masa mendatang agar mendapat laba atau keuntungan.

Apa itu Keputusan Investasi?

Keputusan investasi merupakan suatu tindakan dari manager keuangan untuk mengalokasikan sejumlah uang dalam wujud investasi. Di mana tujuannya adalah untuk mendapatkan keuntungan dalam jangka waktu cukup panjang.

Dalam keputusan tersebut juga terdapat proses pemilihan alternatif yang dianggap menguntungkan dari berbagai alternatif tersedia. Dalam mengambil keputusan investasi adalah perlu pertimbangan mengenai risiko.

Tidak hanya analisis risiko, namun juga mengenai sifat investasi juga harus diketahui dan diperhitungkan. Beberapa sifatnya adalah:

  1. Bersifat Independent Project

Pada sifat pertama ini berlaku ketika seorang investor memutuskan berinvestasi pada suatu perusahaan atau PT, dan orang tersebut meyakini bahwa investasinya tepat.

Alasan tersebut dapat muncul karena dua alasan. Pertama karena rancangan mengenai proyek investasi di perusahaan pilihannya memang dibuat seperti itu.

Kedua karena fungsi dari proyek investasi antar investor berbeda, sehingga peluang untuk investor mendapat profit bisa banyak.

  1. Mutually Exclusive Project

Keputusan berinvestasi pada sifat ini akan lebih selektif, ini diakibatkan oleh adanya kesamaan dari fungsi proyek satu sama lain. Sehingga ketika Anda ingin berinvestasi pada sebuah perusahaan, pastikan dananya cukup kuat agar peluang diterima makin naik.

Dasar Keputusan Investasi Adalah

Memahami hubungan return harapan dan risiko sebuah investasi merupakan proses dari suatu keputusan investasi. Hubungan keduanya di dalam penentuan keputusan berinvestasi adalah linear dan searah.

Maksudnya, ketika return harapan semakin besar maka tingkat risiko juga akan semakin besar. Maka mempertimbangkan tingkat risiko merupakan suatu keharusan. Sehingga keduanya menjadi dasar dalam keputusan, dengan penjelasan sebagai berikut:

  1. Return

Return ialah isitilah untuk laba atau profit, diperoleh ketika berinvestasi pada suatu instrumen investasi. 2 macam return dalam konteks manajemen berinvestasi adalah:

  • Expected return (return harapan) adalah tingkat return yang diharapkan atau antisipasi oleh para investor di masa depan
  • Realized return (return aktual) adalah tingkat return yang didapatkan oleh para investor di masa lalu
  1. Risiko

Risiko merupakan istilah pada kerugian yang didapat oleh para investor. Beberapa faktor penyebab ini umumnya karena hal-hal tidak terduga seperti strategi tidak matang dan investor melakukan kesalahan penghitungan serta analisis.

  1. Hubungan Antara Tingkat Expected Return dengan Realized Return

Hubungan keduanya pada keputusan investasi adalah linear dan searah. Apabila risiko dari suatu aset besar, maka return harapan dari aset tersebut juga semakin besar. Begitu juga sebaliknya.

Sehingga ketika masih belum yakin untuk mengambil keputusan, investor tersebut umumnya akan membuat pertimbangan matang dan menyeluruh.

Terutama hal yang diperhatikan dalam pembuatan keputusan investasi adalah dasar keputusan berinvestasinya.

Saran Agar Bisa Mengambil Keputusan Investasi yang Akurat

Ada beberapa saran untuk Anda lakukan ketika tengah melakukan perhitungan dalam proses pengambilan keputusan berinvestasi, beberapa saran tersebut yaitu:

  1. Mengenali Jenis Investasi

Kenalilah terlebih dahulu jenis penanaman modal yang memberi keuntungan dengan risiko sedikit sebelum Anda memutuskan untuk berinvestasi.

Baca juga:  Bolehkah Investasi Forex Ini Hukum Trading Forex Menurut MUI

Sesuaikan penanaman modal dengan menyesuaikan kemampuan finansial dan kebutuhan Anda. Sehingga pada masa depan tujuannya lebih mudah untuk dicapai dan risiko juga rendah.

  1. Menentukan Tujuan dan Kebijakan

Menentukan tujuan berinvestasi ketika melakukan pembuatan keputusan investasi adalah untuk memaksimalkan hasil keputusan dan membuat investor lebih termotivasi dalam melakukan perannya.

Hal ini karena investasi biasanya menjadi bagian dalam perencanaan keuangan si investor itu. Setelah memiliki tujuan, Anda harus menentukan kebijakan sendiri dalam berinvestasi dan masih berhubungan dengan tujuan sebelumnya.

  1. Menetapkan Strategi Portofolio Investasi

Ketika menetapkan strategi, ada dua jenis strategi. Pertama adalah strategi aktif, di mana pada jenis ini berkaitan dengan pemanfaatan aktif atas informasi yang ada dan teknik estimasi ketika mencari kombinasi portofolio terbaik.

Kedua adalah strategi portofolio pasif, di mana aktivitas investasi di dalam portofolio hanya mengikuti atau sesuai dengan kinerja indeks pasar.

  1. Diversifikasi

Ini adalah cara yang dilakukan untuk mengendalikan risiko. Selain itu, diversifikasi juga dapat dianggap sebagai strategi dalam membuat portofolio sempurna. Cara diversifikasi sangat pas dilakukan dalam saham dan reksa dana.

  1. Menentukan Jangka Waktu Untuk Anda Berinvestasi

Penentuan ini sangat membantu ketika Anda sedang menentukan besaran risiko yang akan ditanggung di kemudian hari. Umumnya jika berinvestasi jangka panjang, maka risiko yang akan dihadapi juga besar.

Hal ini diakibatkan oleh fluktuasi dalam saham yang semakin tinggi setiap waktunya. Meskipun demikian, berinvestasi jangka panjang tingkat keuntungan yang dimilikinya juga lebih stabil.

  1. Memperhitungkan Keuntungan dan Risiko yang Akan Dihadapi

Memperhitungkan untung dan risiko pada keputusan investasi adalah hal yang sangat disarankan bagi para pemilik saham. Karena keduanya saling berkaitan dan mempengaruhi.

  1. Mengenali Diri

Sebagai investor, Anda disarankan mengenali diri agar bisa menentukan strategi keputusan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakter. Beberapa tipe investor adalah:

  • Penghindar risiko, merupakan investor yang sering menghindari hal-hal luar yang dapat mengganggu rencananya dalam melakukan penanaman modal. Hal yang dihindari seperti surat kabar dan berita.
  • Netral, merupakan investor yang fleksibel namun tetap berhati-hati ketika mengambil keputusan berinvestasi
  • Pengambil risiko, ialah investor yang spekulatif dan agresif.

Setelah memahami beberapa hal di atas, dapat disimpulkan keputusan investasi adalah hal penting bagi investor, sehingga ketika mengambil keputusan harus dalam keadaan yang bijak.