Informasi Investasi Saham Menurut Islam yang Perlu Diketahui

Informasi Investasi Saham Menurut Islam yang Perlu Diketahui

Investasi saham menurut islam perlu diketahui oleh umat muslim agar tidak keliru ketika terjun ke  dalam bidang tersebut. Terutama jika Anda masih baru dan awam dalam bidang ini.

Ada banyak jenis investasi yang beredar di tengah masyarakat, baik halal sesuai syariat ataupun yang dilarang. Investasi dilarang tersebut tentu harus memenuhi satu atau beberapa ketentuan yang telah ditetapkan.

Agar mendapat keberkahan, maka Anda harus mengetahui pengetahuan dasar mengenai investasi ini. Terutama saat ini semakin banyak penawaran investasi mudah dan memberikan keuntungan menjanjikan bagi pemegangnya.

Apa itu Investasi Saham?

Jika baru berminat atau masih belajar mengenai investasi ini, Anda harus memahami pengertian dan maksudnya terlebih dahulu.

Investasi saham merupakan suatu kegiatan penanaman modal milik pribadi maupun badan usaha ke dalam sebuah perusahaan ataupun PT (Perseroan Terbatas).

Dengan kegiatan tersebut, si pemiliknya atau individu dan badan usaha memiliki hak untuk klaim terhadap pendapatan, aset, maupun mengikuti RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) di perusahaan yang di tanamkan modal tadi.

Tidak memandang berapa nominal saham milik Anda, semua hak klaim di atas secara otomatis akan dimiliki seorang pemegang saham.

Hukum Saat Melakukan Investasi Saham Menurut Islam

Melihat peluang ketika berinvestasi lumayan menjanjikan, Anda mungkin tertarik untuk membeli satu lot di perusahaan atau PT tertentu. Namun masih ragu terkait pandangan islam mengenai hal ini.

Hukum investasi saham menurut islam adalah diperbolehkan, sehingga Anda tidak perlu khawatir jika ingin membelinya. Akan tetapi ada persyaratan tertentu yang harus dipenuhi agar investasi tersebut tetap halal. Beberapa syaratnya adalah:

  1. Terdapat Underlying Asset

Saham yang diperjualbelikan oleh suatu perusahaan tersebut harus memiliki underlying asset.

Underlying asset (aset pendasar) ialah suatu aset berwujud maupun tidak berwujud yang memiliki nilai ekonomis sebagai dasar transaksi di dalam penerbitan sebuah instrumen investasi. Hal ini menjadi komponen penting dalam instrumen investasi. Dengan begitu, stock yang disediakan tidak boleh hanya berbentuk uang saja.

  1. Dalam Bentuk Barang

Ketika stock di suatu perusahaan sudah dijual, maka dia tersebut tidak boleh diperjualbelikan ke dalam bentuk bursa lagi. Kecuali setelah dikelola menjadi sebuah usaha riil atau nyata dan modalnya berubah bentuk menjadi barang.

  1. Emiten

Beberapa kriteria emiten harus diikuti agar sesuai dengan investasi saham menurut islam, yaitu:

  • Jenis usahanya adalah jasa ataupun produk berbentuk barang, dengan pengelolaan berdasarkan syariat islam dan tidak bertentangan dengannya.
  • Jenis kegiatan juga tidak boleh bertentangan dengan prinsip syariah berlaku.
  1. Ketentuan Aset

Komposisi aset berbentuk barang pada perusahaan penjual stock harus lebih dominan dibandingkan dengan jenis aset lain seperti uang. Hal ini penting diperhatikan jika Anda mengikuti investasi saham menurut islam.

Namun jika asetnya terdiri atas berbagai macam seperti barang, uang, dan piutang, maka ketentuannya adalah:

  • Jika investasi dalam perusahaan tersebut adalah aset seperti barang dan jasa, maka boleh diperjualbelikan dalam pasar tanpa mengikuti kaidah dalam sharf. Namun dengan syarat bahwa harga ditentukan minimal 30% dari total aset milik perusahaan atau PT.
  • Jika perusahaannya dalam bentuk investasi piutang, jual beli bisa dilakukan pada pasar saham dengan ikut kaidah piutang.
  • Jika perusahaannya melakukan perjualbelian mata uang, transaksi jual-beli dapat dilakukan pada pasar bursa, kecuali dengan ikut kaidah sharf.
Baca juga:  Inilah Pengaruh Inflasi Terhadap Investasi serta Strateginya

Dengan mengikuti ketentuan investasi saham menurut islam di atas, maka Anda bisa lebih tenang untuk memulainya.

Keuntungan Jika Anda Berinvestasi Saham

Setelah memahami ketentuan investasi saham di atas, Anda perlu mengetahui beberapa keuntungan jika mulai terjun ke dalam bidang ini. Beberapa keuntungan berinvestasi yang akan diperoleh antara lain:

  1. Adanya Dividen

Dividen ialah laba yang akan didapat oleh para pemilik saham dan berasal dari profit atau keuntungan perusahaan. Setiap investor akan menerima laba sesuai dengan nominal kepemilikan mereka.

Bentuknya tidak hanya uang, tetapi bisa juga dalam bentuk non tunai yaitu lot saham. Biasanya dividen dibagikan setahun atau dua tahun sekali, tergantung keputusan saat RUPS.

  1. Mendapatkan Capital Gain

Capital gain merupakan laba yang diperoleh atas selisih harga jual dan harga beli dari suatu emiten saham. Melakukan investasi saham menurut islam tentu juga harus mendapat keuntungan.

Jumlah atau nominal capital gain akan didapat bergantung kepada naik dan turunnya saham milik Anda. Oleh karena itu, penting sekali untuk terus memantau bagaimana pergerakan nilai sahamnya.

  1. Mudah Diakses

Saat ini akses dalam berinvestasi dalam saham cukup mudah dan banyak layanan yang menyediakan sistem online dengan aplikasi. Sehingga modal untuk mencetak berkas ataupun waktu lebih hemat.

Tahap verifikasi juga lumayan singkat, sekitar 1×24 jam saja. Setelah itu pendaftaran akun dan RDN (Rekening Dana Nasabah) sudah bisa digunakan dalam bertransaksi.

  1. Likuiditas yang Tinggi

Walaupun termasuk ke dalam investasi jangka panjang, namun tetap masih mudah untuk dicairkan. Anda bisa mencairkan imbal hasil atau dana investasi dari saham tersebut kapan pun. Sehingga tidak perlu cemas dana tertahan.

  1. Memiliki Hak untuk Hadir di RUPS

Seperti yang telah disinggung pada bagian awal, jika memiliki saham maka Anda bisa hadir di RUPS. RUPS ini adalah rapat yang diadakan untuk membuat keputusan signifikan mengenai perusahaan.

Para investor juga memiliki hak dan akses menyatakan pendapatnya. Biasanya laporan pada waktu tertentu mengenai perusahaan juga akan dijelaskan pada rapat ini.

Anda akhirnya bisa berinvestasi pada perusahaan yang tepat dengan tetap berpegang pada investasi saham menurut islam di atas dan mendapat keuntungan.