Hubungan Konsumsi Tabungan dan Investasi di Bidang Ekonomi

Hubungan Konsumsi Tabungan dan Investasi di Bidang Ekonomi

Berbicara mengenai aspek-aspek di bidang ekonomi, tentu tidak lepas dari tiga komponen utama berikut yaitu konsumsi tabungan dan investasi. Hampir semua pelaku ekonomi tentu pernah melakukan ketiga jenis kegiatan tersebut.

Ketiga kegiatan tersebut memang memiliki peran masing-masing, namun ternyata juga memiliki hubungan satu sama lainnya. Artinya, salah satu kegiatan dapat mempengaruhi yang terjadi pada dua kegiatan lain, begitu pula sebaliknya.

Sebelum memahami hubungan antara konsumsi tabungan dan investasi, penting untuk memahami pengertian, konsep, serta faktor-faktor yang mempengaruhi setiap komponen. Setelah itu, barulah Anda dapat memahami korelasi antara ketiga kegiatan ini.

Pengertian serta Tujuan Konsumsi Tabungan dan Investasi

Dalam suatu perekonomian, pendapatan seseorang secara umum bisa dialokasikan ke dalam tiga kategori penggunaan, yaitu konsumsi tabungan dan investasi. Berikut ini ulasan singkat pengertian serta tujuan dari masing-masing kategori tersebut:

  1. Konsumsi

Menurut laman Rumah Belajar Kemdikbud, konsumsi merupakan setiap tindakan untuk mengurangi atau menghabiskan manfaat ekonomi suatu benda. Misal yaitu memakan makanan, mengenakan baju, mengendarai kendaraan, menempati rumah, dan banyak lagi.

Lalu, apa tujuan dari kegiatan konsumsi dan mengapa manusia mengkonsumsi sesuatu? Pada dasarnya, tujuan utamanya adalah untuk memenuhi kebutuhan manusia sebagai pihak konsumen serta untuk memperoleh kepuasan dari pemenuhan tersebut.

  1. Tabungan

Di dalam ilmu ekonomi, tabungan diartikan sebagai hasil pendapatan dari konsumen yang ditabung atau disimpan. Biasanya, uang hasil tabungan ini merupakan hasil uang sisa dari proses konsumsi tidak habis terpakai.

Jika dilihat dari fungsinya, tabungan dapat dimanfaatkan untuk berbagai tujuan. Seperti perencanaan dana masa depan, cadangan dana untuk risiko tertentu, sebagai bentuk menghindari perilaku konsumtif, hingga investasi untuk masa depan.

  1. Investasi

Meski serupa dengan tabungan, investasi pada dasarnya adalah menempatkan modal kepada suatu pihak atau benda untuk memperoleh keuntungan pada kurun waktu tertentu. Oleh karena itu, investasi dikenal sebagai penanaman modal.

Pada dasarnya, konsep utama investasi adalah untuk meningkatkan nilai atau manfaat suatu modal atau aset di masa depan. Namun dari segi fungsi dan tujuannya yaitu kurang lebih serupa dengan tabungan.

Apa Saja Faktor yang Mempengaruhi Konsumsi Tabungan dan Investasi?

Dalam ilmu ekonomi, tentu selalu ada faktor-faktor yang dapat mempengaruhi berjalannya setiap kegiatan perekonomian tersebut. Berikut ini adalah beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan konsumsi tabungan dan investasi di bidang ekonomi:

  1. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kegiatan konsumsi

Pada dasarnya, konsumsi masyarakat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti pendapatan, harga barang, suku bunga, jumlah anggota keluarga, hingga kemajuan teknologi. Berikut adalah penjelasan dari faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kegiatan konsumsi:

  1. Pendapatan yang dimiliki, sebab semakin banyak pendapatan seseorang maka tingkat konsumsi atau pengeluarannya pun semakin tinggi.
  2. Harga barang di masa depan, contohnya melejitnya harga sembako di hari raya tertentu akan mempengaruhi keputusan konsumen untuk membeli.
  3. Tingkat suku bunga, sebab tingginya tingkat suku bunga dapat membuat konsumsi berkurang karena akan mengeluarkan biaya semakin mahal.
  4. Jumlah anggota keluarga, bisa dilihat bahwa semakin banyak jumlah anggota keluarga maka semakin tinggi pula tingkat kebutuhannya.
  5. Kemajuan teknologi, sebab perkembangan teknologi semakin mempermudah transaksi ekonomi sehingga membuat masyarakat menjadi semakin konsumtif.
  6. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kegiatan menabung

Menabung melalui simpanan sangat disarankan untuk dimiliki setiap orang sebagai cadangan dana di masa depan dan sebagai cara hidup hemat. Berikut ini beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan menabung serta penjelasannya:

  1. Pendapatan yang dihasilkan, sebab semakin besar pendapatannya umumnya akan semakin besar pula jumlah simpanan dananya.
  2. Sikap hemat yang dimiliki, karena meskipun jumlah pendapatannya besar, perilaku konsumtif alias tidak hemat justru dapat menghambat kegiatan menabung.
  3. Tingkat suku bunga, sebab ketika suku bunga sedang tinggi umumnya masyarakat akan memilih untuk menyimpan uang di bank dalam bentuk tabungan dengan pengembalian lebih besar berupa bunga dari pihak bank.
  4. Kondisi perekonomian, sebab kondisi perekonomian yang baik atau stabil akan membuat masyarakat jadi bisa lebih banyak menabung karena kebutuhannya telah terpenuhi.
  5. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kegiatan investasi
Baca juga:  Apa Itu Spread Forex? Trader Pemula Wajib Tahu

Meski memiliki faktor risiko di dalamnya, namun kegiatan penanaman modal merupakan salah satu bagian dari perencanaan keuangan yang menguntungkan. Berikut ini adalah beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan investasi serta penjelasannya:

  1. Tingkat imbalan hasil yang diharapkan, dilihat dari seberapa besar kemampuan suatu instrumen menghasilkan pengembalian modal pada investor.
  2. Tingkat suku bunga, sebab semakin tinggi suku bunga maka semakin tinggi pula biaya yang dibutuhkan untuk berinvestasi.
  3. Tersedianya faktor-faktor produksi, seperti tenaga kerja, aset, serta kondisi pasar yang kondusif dan stabil.
  4. Stabilnya keamanan dan politik, sebab negara tanpa konflik, kerusuhan, serta cenderung aman umumnya menjadi lahan para investor untuk menanamkan modal.

Bagaimana Hubungan Antara Konsumsi Tabungan dan Investasi?

Jika melihat fungsi dan faktor yang mempengaruhi, ketiga komponen di bidang ekonomi ini ternyata saling mempengaruhi. Berikut gambaran hubungan antara konsumsi tabungan dan investasi ditinjau dari rumus atau persamaan ekonomi:

  1. Pendapatan yang diterima (Y) sebagiannya digunakan untuk membeli kebutuhan konsumsi (C), sementara sebagiannya lagi ditabung (S). Secara matematis, hubungannya dituliskan sebagai Y = C + S.
  2. Sementara tabungan (S) merupakan bagian atau sisa dari pendapatan (Y) yang tidak dikonsumsi (C). Secara matematis, hubungannya dituliskan sebagai S = Y – C
  3. Selain untuk tabungan, dari sisi pengeluaran, pendapatan (Y) dapat digunakan untuk konsumsi (C) dan sebagian lagi untuk investasi (I). Sehingga secara matematis, hubungannya dapat dituliskan sebagai Y = C + I
  4. Di dalam ekonomi dua sektor, bisa dituliskan:

Y = C + S, dan jika S = I, maka Y = C + I

Artinya, penabung menyimpan uangnya di bank, dengan demikian investor dapat meminjam uang dari bank untuk menambah atau mempertahankan stock capitalnya.

Dengan demikian, jelas bahwa ketiga komponen ekonomi tersebut saling berhubungan. Artinya, kegiatan konsumsi tabungan dan investasi adalah 3 hal yang saling mempengaruhi satu sama lainnya.