Hak Asasi Manusia Tidak Dapat Dibagi Artinya dan Ciri-Ciri

Hak asasi manusia tidak dapat dibagi artinya setiap hak yang telah dimiliki seseorang sejak lahir tidak bisa direbut atau diserahkan kepada orang lain.

 

Hal tersebut bahkan sudah dijelaskan dalam Undang Undang Dasar. Jadi seharusnya tidak ada oknum manapun yang berani untuk mengambil hak asasi seseorang.

 

Untuk penjelasan lebih lengkap mengenai hak asasi manusia tidak dapat dibagi artinya dan jenis-jenis HAM bisa disimak pada penjelasan selanjutnya.

 

Hak Asasi Manusia Tidak Dapat Dibagi Artinya

 

HAM singkatan dari Hak Asasi Manusia, artinya terdapat hak-hak yang dimiliki oleh seseorang secara lahiriah.

 

Menurut Persatuan Bangsa-Bangsa, HAM merupakan hal yang secara natural telah melekat pada diri seseorang, tanpa hak tersebut manusia tidak bisa hidup sebagai makhluk hidup pada umumnya.

 

Hak asasi manusia tidak dapat dibagi artinya hak-hak yang dimiliki seseorang tidak boleh dirampas, diabaikan atau diganggu siapapun. Karena hak asasi bermanfaat untuk menjamin kelangsungan hidup dan perkembangan seseorang.

 

Jika terbukti ada perlakuan mengganggu atau merampas hak asasi seseorang, maka orang yang mengganggu akan dikenakan hukuman karena melakukan pelanggaran pada hak asasi seseorang.

 

HAM memiliki ciri-ciri khusus dengan tujuan untuk membedakan hak asasi seseorang dengan hak orang lain. Yaitu hak asasi manusia tidak bisa dibagi artinya HAM wajib dimiliki oleh semua orang, mulai dari hak sipil, ekonomi, sosial budaya dan politik.

 

Sejarah Singkat Tentang Hak Asasi Manusia

 

Setiap tahunnya tanggal 10 Desember, dijadikan sebagai momen untuk memperingati hari HAM sedunia. Awal mulanya, tanggal 10 Desember 1950 setelah perang dunia, terciptalah DUHAM singkatan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia.

 

Walaupun begitu, HAM telah dibentuk sejak sebelum Masehi dan dapat dilihat lewat salah satu hukum tertua. Hukum tertua yang dimaksud yaitu hukum hammurabi, muncul sejak tahun 1792 SM.

 

Hukum Hammurabi dibuat oleh Raja Babilonia untuk memberi perintah pada masyarakat setelah berhasil menaklukkan Mesopotamia.

 

Dalam kitab yang dibuat tentang hak dan kewajiban setiap warga harus terpenuhi dengan adil tanpa membedakan satu sama lainnya.

 

Pada 539 SM, Cyrus Agung seorang pendiri Kekaisaran Achaemenid berhasil menaklukkan kota Babel. Ia berhasil membebaskan semua budak yang ada disana dan memerintahkan mereka memilih agama yang mereka yakini.

 

Terjadinya peristiwa tersebut dianggap sebagai terbentuknya hak asasi manusia pertama dalam sejarah.

 

Dari waktu ke waktu, HAM mengalami banyak perkembangan, yaitu Magna Charta pada tahun 1215, Bill of Right pada tahun 1689, Deklarasi Kemerdekaan dan Konstitusi AS pada tahun 2776, dan Deklarasi Universal HAM pada tahun 1950.

 

Deklarasi Universal HAM disusun dan dimasukkan beberapa prinsip dasar tentang kebebasan, persaudaraan, martabat, dan kesetaraan. Selain itu, Deklarasi Universal HAM membahas tentang hak spiritual, hak politik, ekonomi, sosial budaya, dan hak individu.

 

Ciri-Ciri dari Hak Asasi Manusia

 

Selain hak asasi manusia tidak dapat dibagi, ternyata ada ciri-ciri lainnya dari HAM yang perlu diketahui, yaitu:

 

1. Hak Asasi Manusia Bersifat Hakiki

 

Hakiki maksudnya hak asasi untuk semua umat manusia yang telah diberikan dan sudah aja sejak seseorang itu lahir ke dunia.

 

2. Hak Asasi Manusia Bersifat Universal

 

Maksud dari universal adalah hak asasi manusia berlaku untuk semua orang tanpa harus memandang suku bangsa, status, gender, dan perbedaan yang lainnya.

 

3. Hak Asasi Manusia Tidak Dapat Dibagi Artinya

 

Hak asasi manusia tidak bisa atau tidak boleh dibagi. Karena setiap orang berhak memiliki semua hak, mulai dari hak politik, hak sipil, ekonomi, dan hak sosial budaya.

 

Baca juga:  1 Kaki Berapa CM, Ini Penjelasan dan Trik Cepatnya

4. Setiap HAM Bersifat Tetap

 

Setiap hak asasi manusia memiliki sifat tetap, maksudnya tidak boleh dan tidak bisa dicabut oleh siapapun. Selain itu hak asasi manusia tidak dapat diserahkan karena sudah melekat ke dalam diri seseorang.

 

5. Tidak Bisa Dicabut

 

Terakhir, hak asasi manusia tidak bisa dicabut atau diserahkan kepada orang lain apapun alasannya.

 

Landasan Hukum HAM

 

Terdapat beberapa landasan hukum hak asasi manusia di Indonesia, yaitu:

 

  • Pancasila, pada sila kedua tentang kemanusiaan yang adil dan beradab.

 

  • Undang Undang Dasar 1945, pasal 27-34 BAB XA dan pasal 28 A sampai J.

 

  • Undang Undang Dasar No.39 Tahun 1999 tentang HAM.

 

  • Undang Undang Dasar No.26 Tahun 2000 tentang pengadilan HAM.

 

Tujuan dari Hak Asasi Manusia

 

Menurut PBB, tujuan utama dari sebuah HAM adalah untuk memastikan setiap orang mampu mengembangakn dan memakai sepenuhnya kualitas dalam diri seseorang. Contohnya bakat, kecerdasan, hati nurani, memuaskan kebutuhan spiritual dan hal lainnya.

 

Tujuan HAM secara umum adalah untuk melindungi hak seseorang untuk hidup dengan harga diri, seperti hak untuk tetap hidup, hak mendapatkan keamanan dan hak mendapatkan kebebasan.

 

Jika seseorang hidup dengan harga diri, maka seseorang tersebut harus mempunyai tempat yang layak huni untuk tinggal dan makanan yang cukup. Selain itu, HAM bertujuan sebagai alat untuk melindungi seseorang dari tindakan kekerasan.

 

HAM berupaya untuk mengembangkan sikap saling menghargai antara sesama manusia. Dengan adanya HAM dapat menjadi dorongan sebuah tindakan yang dilandasi atas kesadaran dan tanggung jawab, untuk menjamin jika hak-hak orang lain tidak akan dilanggar atau direbut.

 

10 Hal Dasar Asasi Manusia

 

Menurut Undang-Undang Dasar yang berlaku, pada pasal 9 sampai pasal 66, setiap manusia memiliki sekitar 10 hak dasar manusia sebagai berikut:

 

  • Hak untuk terus hidup.
  • Hak untuk berkeluarga dan melanjutkan keturunan.
  • Hak untuk mengembangkan diri.
  • Hak atas kebebasan diri sendiri.
  • Hak untuk mendapatkan rasa aman.
  • Hak untuk mendapatkan kesejahteraan.
  • Hak untuk turut serta dalam pemerintahan.
  • Hak untuk para wanita.
  • Hak untuk anak-anak.

 

Jenis-Jenis HAM

 

Setelah mengetahui 10 hak dasar manusia, kini saatnya mengetahui apa saja jenis-jenis hak asasi manusia yang didapatkan setelah lahir ke dunia.

 

  • Hak individu atau hak asasi pribadi meliputi kebebasan untuk masuk dan bergabung dalam organisasi, kebebasan untuk mengeluarkan pendapat, kebebasan untuk memilih, menjalankandan memeluk satu agama yang diyakini.

 

  • Hak asasi politik meliputi hak untuk menjadi warga negara, hak untuk memilih atau dipilih, dan hak untuk bergabung atau mendirikan suatu partai politik.

 

  • Hak asasi ekonomi meliputi hak mencari, mengumpulkan, dan memiliki kekayaan, kebebasan untuk memilih pekerjaan, hak untuk membeli atau menjual dan menyewa barang.

 

  • Hak asasi hukum yaitu hak untuk memiliki perlakuan sama dalam urusan hukum dan urusan pemerintahan.

 

  • Hak asasi sosial dan budaya meliputi hak untuk berkembang/berpartisipasi dalam kebudayaan, hal memiliki perlindungan atas karya cipta, dan hak memiliki pendidikan, kesejahteraan, kesehatan, dan pendidikan.

 

  • Hak asasi tentang tata cara perlindungan dan peradilan, maksudnya seseorang berhak mendapatkan perlindungan dan peradilan mengenai penahanan, peradilan, penangkapan, penggeledahan, dan penyitaan.

 

 

Kesimpulannya, hak asasi manusia secara natural akan dimiliki seseorang setelah mereka lahir ke dunia. Hak yang didapat meliputi hak individu, politik, ekonomi, sosial dan budaya.

 

Hak asasi manusia tidak dapat dibagi artinya hak-hak yang dimiliki seseorang tidak boleh dirampas atau dimiliki oleh orang lain.