Dua Aliran Seni Patung Murni yang Ada di Indonesia Adalah

Seni patung merupakan salah satu cabang seni yang menghasilkan karya dalam wujud tiga dimensi. Sementara untuk dua aliran seni patung murni yang ada di Indonesia adalah realis dan dekoratif. Aliran ini sangat penting diketahui bagi yang ingin belajar mengenai seni, khususnya patung.

Seiring berkembangnya zaman, patung juga berkembang keberagamannya, baik itu dari segi teknik pembuatan maupun bentuk yang telah dihasilkan. Bentuk dari patung juga dipengaruhi oleh agama, yaitu Hindu dan Budha khususnya untuk patung-patung yang berada di Asia Tenggara.

Selain itu, masih banyak informasi mengenai patung yang perlu diketahui, oleh karenanya simak artikel di bawah ini hingga selesai.

Pengertian Seni Patung

Seni patung merupakan salah satu jenis karya seni yang berbentuk 3 dimensi atau memiliki volume serta bahan pembuatnya yaitu batu, tanah liat, logam, kayu dan masih banyak lainnya.

Sementara untuk pembuatannya menggunakan cara subtraktif, yaitu teknik untuk mengurangi contohnya adalah dipahat, dicukil, dan dipotong atau bisa juga dengan cara aditif yaitu teknik untuk menambahkan bahan contohnya adalah mencetak dan mengecor.

Jenis Patung

Secara umum, dua aliran seni patung murni yang ada di Indonesia adalah dapat dibedakan berdasarkan bentuk dan wujudnya menjadi dua macam, yaitu:

1. Patung Figuratif

Jenis patung ini bisa juga disebut dengan patung realis atau patung representatif yang berarti bentuknya merupakan tiruan alam. Patung figuratif tidak dibuat secara abstrak melainkan terdapat acuannya seperti patung macan, patung pahlawan dan masih banyak lagi.

2. Patung Non-figuratif

Jenis patung ini disebut dengan patung imajinatif atau patung non-representatif. Seperti namanya, patung non-figuratif tidak dibuat dengan meniru perwujudan nyata, melainkan hanya abstrak. Contoh dari patung jenis ini adalah patung berbentuk silinder atau patung abstrak geometris.

Baca juga:  Irah Irahan Adalah

Fungsi Seni Patung

Patung mungkin memang tidak benar-benar memiliki fungsi terapan di dalam kehidupan sehari-hari, akan tetapi beberapa jenis patung memiliki fungsi simbolik dan fungsi religi. Berikut adalah beberapa fungsi patung:

  • Patung seni atau patung fineart memiliki fungsi untuk estetika dengan bentuk eksperimental atau tidak selalu indah.
  • Patung monumen digunakan untuk mengenang seorang tokoh atau sekelompok tokoh atas suatu peristiwa, contohnya adalah patung pahlawan nasional.
  • Patung religi dipercaya memiliki makna yang religius sehingga digunakan oleh beberapa agama untuk kepentingan ibadah mereka.
  • Patung dekorasi digunakan untuk mempercantik suatu ruangan.
  • Patung arsitekstur digunakan untuk menunjang serta melengkapi konstruksi suatubangunan agar menjadi padu dan harmonis seperti rancangannya.
  • Patung kerajinan digunakan untuk memenuhi permintaan pasar akan kebutuhan-kebutuhan yang beragam dan kemudian dilakukan kegiatan jual beli.

Teknik Pembuatan Seni Patung

Seperti yang telah dijelaskan di atas, pembuatan patung bisa melalui berbagai teknik. Hal ini disesuaikan dengan bahan dan kebutuhan pembuatan patung tersebut. Contohnya apabila patung yang dibuat berbahan tanah liat yang lunak maka, hanya perlu dikepal-kepal saja.

Namun, apabila bahan patung sangat keras seperti batu atau kayu, maka harus menggunakan teknik pahat. Selain itu, masih banyak teknik lain beserta penjelasannya berikut ini:

1. Teknik Pahat

Sebelumnya telah disebutkan, bahwa bahan patung yang keras dibuat menggunakan teknik pahat. Teknik ini dilakukan dengan membenturkan alat pahat, ke bahan patung yang sedang diolah. Agar benturan yang terjadi cukup kuat untuk membentuk patung, maka digunakan palu.

3. Teknik Cor

Berbeda dengan teknik pahat, teknik cor menggunakan cetakan yang digunakan untuk membentuk patung dari adonan cor. Pengrajin bisa membuat cetakannya terlebih dahulu sesuai bentuk yang diinginkan kemudian menuangkan adonan ke cetakan.

Baca juga:  Iklan Dibuat dengan Tujuan Apa? Ini Tujuan dan Cirinya

4. Teknik Butsir

Teknik ini menggunakan alat yang disebut dengan butsir dan diletakkan di atas meja berputar. Teknik ini biasanya digunakan untuk patung yang berbahan lunak dan sangat efektif digunakan untuk mengurangi bahan atau menambahkan bahan seperlunya.

5. Teknik Las

Teknik ini dilakukan dengan cara menggabungkan satu bahan dengan bahan lain. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan bentuk sesuai yang diinginkan dan biasa digunakan pada bahan logam. Teknik ini biasanya juga digunakan pada teknik konstruksi.

6. Teknik Konstruksi

Pembuatan patung menggunakan teknik konstruksi dilakukan dengan cara dilas, dipatri, dilepa, atau dilem. Sementara bahan yang digunakan biasanya adalah besi dengan tambahan berupa pasir, kawat, semen, plastisin, bubur kawat dan lain sebagainya.

7. Teknik Cetak

Terakhir adalah teknik cetak yang tidak jauh berbeda dengan teknik cor, tetapi biasanya digunakan untuk bahan lunak atau sedang yang bisa dijepit menggunakan cetakan Bivalve. Cetakan ini berbentuk seperti kerang dan memiliki dua sisi yang simetris.

Dua Aliran Seni Patung Murni yang Ada di Indonesia Adalah

Di Indonesia sendiri, terdapat dua aliran seni patung murni yang berkembang, yaitu:

1. Realis

Aliran seni patung realis menghasilkan bentuk patung yang sangat mirip dengan bentuk asli objek yang ditiru. Objek yang biasa digunakan dalam pembuatan patung dalam aliran ini adalah makhluk hidup, yaitu manusia, hewan, dan tumbuhan.

8. Dekoratif

Terakhir adalah aliran dekoratif yang memiliki fungsi estetika untuk meningkatkan keindahan lingkungan, seperti bangunan, taman, dan lainnya. Aliran ini juga tidak memperlihatkan fungsionalitasnya melainkan dari sisi estetika.

 

Aliran Seni Patung Murni

Pembuatan patung pada zaman dahulu melalui banyak pertimbangan yang kemudian menjadikannya sebagai aliran seni patung. Dua aliran seni patung murni yang ada di Indonesia adalah untuk menyesuaikan jenisnya. Berikut adalah aliran-aliran yang terdapat dalam pembuatan seni patung murni:

Baca juga:  Perbedaan Masa Kanak-Kanak Dan Masa Pubertas Adalah

1. Aliran Simbolisme

Aliran yang pertama adalah simbolisme, yaitu pembuatan patung yang melambangkan suatu hal. Aliran ini biasanya digunakan untuk pembuatan patung yang bertujuan untuk mengenang suatu kejadian. Contohnya adalah patung monumen bersejarah atau patung tokoh pahlawan.

9. Aliran Konstruktivisme

Selanjutnya adalah aliran konstruktivisme, dimana patung yang dibuat akan memiliki bentuk geometris. Aliran seni patung konstruktivisme dapat menunjukkan bahwa pembuatnya sangat mendetail dan memperhatikan perhitungan geometris dengan seksama.

Ciri-ciri patung yang geometris tidak hanya terdapat pada bentuk, melainkan juga pada posisi, sifat ruang, ukuran dan lain sebagainya. Bentuk geometri yang sederhana bukan berarti pembuatannya lebih mudah dibandingkan jenis patung lain, justru jadi lebih rumit karena memerlukan perhitungan.

10. Aliran Robot Art

Aliran robot art digunakan pada patung yang memiliki bentuk kaku atau statis. Sangat bertolak belakang kedua aliran berikutnya, karena aliran ini mengedepankan sifat patung yang kaku dan tidak bisa berubah. Sifat ini bisa datang secara alami dari patung maupun sifat yang dibuat oleh pembuat.

11. Aliran Mobile Sculpture Art

Terakhir adalah aliran mobile sculpture art dimana patung dihasilkan dari sebuah gerakan. Proses pembuatan seperti ini biasanya ditemukan dalam pembuatan wayang golek. Contoh nyata dari aliran seni patung ini adalah pertunjukan wayang Jawa serta wayang pada Opera Dei Pupi di Sisilia, Italia.

Dua aliran seni patung murni yang ada di Indonesia adalah berupa aliran realis dan aliran dekoratif. Aliran-aliran yang terdapat dalam seni patung dilihat dari berbagai faktor dalam proses pembuatan patung.