Dampak Negatif Investasi Ditinjau dari Berbagai Aspek

Meski umumnya dikenal menjanjikan keuntungan serta berdampak positif bagi ekonomi, calon investor juga perlu memperhatikan dampak negatif investasi. Hal ini penting untuk mencegah risiko kerugian yang mungkin terjadi saat berinvestasi.

Jika ditinjau dari berbagai aspek, berinvestasi memang bisa memberi dampak positif maupun negatif. Dampak positifnya tentu saja dapat mendukung pertumbuhan ekonomi, mengembangkan usaha, menambah lapangan pekerjaan, dan masih banyak lagi.

Namun jika dilakukan tanpa persiapan serta pemahaman finansial yang cukup, berinvestasi justru dapat berdampak buruk. Selain itu, terdapat pula berbagai risiko dampak negatif modernisasi investasi serta dampak negatif investasi asing.

Dampak Negatif Investasi Jika Dilakukan Tanpa Persiapan

Pada dasarnya, investasi merupakan suatu aktivitas penanaman modal pada perusahaan atau badan tertentu untuk memperoleh keuntungan. Namun, tidak semua orang bisa berhasil berinvestasi, bahkan tak jarang ada yang mengalami kerugian.

Biasanya, hal tersebut terjadi karena investor tersebut belum memiliki edukasi finansial atau pengetahuan memadai soal keuangan. Faktor lainnya yaitu investasi yang dilakukan tanpa persiapan memadai, sehingga menyebabkan beberapa dampak berikut:

  1. Mengalami penipuan oleh oknum investasi bodong

Saat ini, investasi bodong sedang marak terjadi dan dapat menimpa siapa saja yang ilmu keuangannya kurang memadai. Biasanya, para oknum menargetkan orang-orang tua atau masyarakat yang kurang paham tentang investasi.

  1. Salah memilih jenis penanaman modal yang sesuai

Sebelum mulai berinvestasi, seorang investor pemula harus mengetahui cara memilih investasi yang sesuai dengan kondisi keuangannya. Jika tidak, bisa saja ia mengalami risiko yang tidak sesuai dengan profil toleransi risikonya.

  1. Terjadinya pengeluaran yang tidak terkontrol

Jika dilakukan tanpa persiapan, bisa saja terjadi pengeluaran tidak terkontrol yang berujung pada kerugian. Sehingga, seorang investor harus paham kapan waktunya menahan dana serta kapan waktunya all out mengeluarkan dana.

Baca juga:  Apa Itu Spread Forex? Trader Pemula Wajib Tahu

Dampak Negatif Adanya Modernisasi Investasi

Modernisasi secara umum adalah proses berubahnya suatu kondisi menjadi lebih maju atau modern. Sehingga, modernisasi pasar modal bisa diartikan sebagai berkembangnya dunia investasi pasar modal menjadi lebih maju atau modern.

Kemajuan tersebut bisa dilihat dari kaitannya dengan teknologi berupa internet, gadget, aplikasi, hingga startup. Meski nampak positif, namun modernisasi pasar modal juga dapat berdampak negatif bagi investor, antara lain yaitu:

  1. Memberi kemudahan yang berujung risiko kerugian

Meski memberi kemudahan akses bagi investor untuk menanamkan modalnya, namun modernisasi juga bisa berdampak buruk. Apabila investor pemula masuk ke instrumen berisiko besar secara sembrono, risiko kerugiannya pun semakin besar.

  1. Munculnya tren FOMO (Fear of Missing Out)

Masih ingat kasus penipuan trading besar-besaran oleh seorang afiliator terkenal beberapa waktu lalu? Hal tersebut bisa terjadi karena tren dari media sosial dan influencer sehingga orang-orang menjadi FOMO ketika berinvestasi.

  1. Permainan harga pasar mudah berubah-ubah

Karena kencangnya arus informasi di internet, harga pasar mudah terpengaruh hanya oleh berita maupun hal-hal kecil. Contohnya seperti cuitan Elon Musk di platform twitter yang dapat mempengaruhi harga aset-aset Cryptocurrency.

Dampak Negatif Investasi Asing terhadap Indonesia

Menurut asal investornya, terdapat dua jenis penanaman modal yaitu investasi asing dan domestik. Penanaman Modal Asing (PMA) yaitu diberikan oleh pihak asing yang ingin mendirikan pabrik atau perusahaan di Indonesia.

PMA memang bisa memberi dampak positif seperti ilmu pengetahuan, lapangan kerja, peningkatan pendapatan negara, hingga pertumbuhan ekonomi. Namun, terdapat pula beberapa dampak negatif investasi asing dari PMA, antara lain seperti:

  1. Ketergantungan ekonomi Indonesia dengan negara lain

Tingginya PMA dari negara lain dapat membuat Indonesia menjadi bergantung pada negara lain. Sehingga, bisa dikatakan penanaman modal asing sangat bergantung pada kondisi ekonomi negara asal dan hubungannya dengan Indonesia.

  1. Risiko hutang negara dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar
Baca juga:  Cara Menjadi Broker Forex, Penting Diketahui

Dampak negatif investasi asing selanjutnya adalah risiko penambahan hutang negara dari bantuan (hutang) luar negeri. Selain itu, adanya kewajiban pengiriman dividen ke negara asal juga dapat melemahkan nilai tukar rupiah.

  1. Kerusakan lingkungan serta eksploitasi sumber daya alam negara

Ada banyak penanaman modal asing yang bergerak di bidang penambangan sumber daya alam, contohnya Freeport, yang terkadang tidak mematuhi AMDAL. Selain itu, hal ini juga merupakan bentuk eksploitasi SDA Indonesia.

Mengenal Daftar Negatif Investasi (DNI) di Indonesia

Untuk mengelola dunia pasar modal Indonesia, Presiden menerbitkan Daftar Negatif Investasi (DNI). Hal ini dimuat dalam Perpres No. 10 Tahun 2021 tentang Cipta Kerja yang mengatur DNI untuk investor asing.

DNI memuat daftar sektor-sektor yang dilarang untuk disisipi atau didanai oleh pihak asing alias investor luar untuk meminimalisir dampak negatif investasi asing. Berikut ini adalah beberapa sektor dalam DNI tersebut:

  1. Budidaya atau industri narkoba
  2. Segala bentuk bisnis perjudian, seperti kasino atau judi online
  3. Penangkapan spesies ikan khusus yang terlampir dalam The Convention on International Trade in Endangered Species (CITES)
  4. Pengambilan atau pemanfaatan sumber daya koral dari alam
  5. Industri persenjataan kimia
  6. Industri kimia yang berisiko merusak ozon

Tips agar Tidak Terkena Dampak Negatif Investasi

Agar terhindar dari dampak negatif berinvestasi, seorang calon investor harus memahami bagaimana cara berinvestasi yang benar. Berikut beberapa tips agar tidak terkena dampak buruk saat melakukan penanaman modal:

  1. Pelajari dan pahami pengetahuan keuangan dasar sebelum berinvestasi
  2. Sesuaikan instrumen berinvestasi sesuai kondisi keuangan serta kategori profil risiko
  3. Jangan terlalu berlebihan, mulailah dari investasi kecil terlebih dahulu
  4. Rutin, konsisten, disiplin, dan sabar, sebab hasilnya tidak akan muncul dengan instan
  5. Pilih platform yang tepat, serta jangan mudah tergoda iming-iming mencurigakan
Baca juga:  Robot Trading Forex Terbaik, Aman untuk Digunakan?

Sebelum berinvestasi, hal terpenting adalah memiliki cukup ilmu pengetahuan dasar di bidang finansial. Agar terhindar dari dampak negatif investasi, Anda dapat mengikuti 5 tips di atas.