Bahaya Serta Resiko Trading Forex Beserta Kelebihannya

Bahaya Serta Risiko Trading Forex Beserta Kelebihannya

Risiko trading forex (foreign exchange), merupakan hal paling menonjol dalam investasi ini. ketidakpastian dan kekurangan membuat foreign exchange tergolong dalam investasi sangat berisiko. Oleh karena itu, Anda harus mempelajari dulu sebelum terjun dalam dunia forex.

Pasar forex atau dalam Indonesia disebut valas (valuta asing), memiliki ketidakpastian yang tinggi. Hampir tidak ada orang dapat memprediksi apa yang akan terjadi dalam pasar. Apakah turun atau naik sangat tidak menentu.

Sehingga hal terbaik dalam mengatasi hal tersebut adalah dengan melakukan analisis-analisis, seperti analisis teknikal dan fundamental. Akan tetapi, tidak ada juga strategi yang memiliki persentase keuntungan hingga 100%.

Tidak ada yang dapat memprediksi bagaimana pergerakan pasar kedepannya. Karena tidak dapat diprediksinya naik turun pasar, hal tersebut dianggap umum oleh beberapa trader. Hal inilah yang menjadi salah satu risiko trading forex.

Mengenal Tentang Forex Lebih Dekat

Forex atau biasa disebut valas dalam Indonesia, merupakan suatu jenis transaksi yang memperdagangkan mata uang suatu negara dengan negara lainnya. Melibatkan pasar-pasar mata uang dunia dan berlangsung selama 24 jam sehari secara berkesinambungan.

Singkatnya, trading foreign exchange berarti sama seperti memperjual belikan mata uang asing dalam jangka waktu tertentu lalu menjualnya kembali ketika sudah mendapatkan keuntungan. Hal ini disebut sebagai capital gain.

Dalam sejarahnya, investasi perdagangan atau trading ini pertama kali ditemukan sekitar tahun 1990an. Pada saat itu, hanya orang-orang kaya maupun perusahaan besar yang dapat bertransaksi valas, namun saat ini hampir setiap orang dapat melakukan transaksi.

Bahaya dan Risiko Trading Forex

Foreign exchange tergolong dalam investasi dengan risiko paling tinggi. Dengan risiko yang tinggi ini, membuat forex memiliki persentase keuntungan lebih tinggi dibanding instrument investasi lainnya seperti saham, deposito, dan reksadana.

  1. Gejolak Pasar

Gejolak pasar valuta asing sangat tidak dapat diprediksi. Hal tersebut disebabkan adanya perubahan kurs mata uang asing antara negara satu dengan lainnya yang terjadi selama 24 jam nonstop.

Karena tingginya gejolak pasar, Anda perlu berhati-hati dalam menempatkan uang. Jangan langsung menempatkan seluruh uang dalam satu instrumen saja, dan jika Anda merupakan pemula lebih baik mulai dengan akun demo untuk berlatih simulasi trading terlebih dahulu.

Adanya risiko ini menyebabkan Anda dapat menghasilkan keuntungan tinggi. Namun, dengan risiko tinggi juga dapat menghasilkan kerugian tinggi pula. Sesuai dengan prinsipnya high risk and high return, dengan risiko tinggi akan menghasilkan keuntungan tinggi.

  1. Memiliki Volatilitas Tinggi

Bahaya dan risiko trading forex selanjutnya adalah volatilitasnya sangat tinggi. Volatilitas merupakan besaran perubahan harga dan menunjukkan fluktuasi pasar valuta asing dalam periode tertentu.

Dalam pergerakannya, foreign exchange dapat bergerak naik maupun turun tergantung bagaimana penawaran dan permintaan pasar. Dengan tingginya volatilitas ini dimanfaatkan oleh para trader untuk mengambil keuntungan dan biasa disebut dengan capital gain.

Selain memberikan keuntungan, juga dapat memberikan kerugian bagi trader. Mata uang dengan volatilitas rendah akan sangat sulit untuk diperdagangkan. Hal tersebut menyebabkan beberapa trader membuat istilah “nyangkut” yang berarti valas tidak dapat dijual.

  1. Pergerakan Suku Bunga dan Likuiditas

Risiko trading forex selanjutnya adalah mengenai suku bunga. Dianggap sebagai biaya atau nilai sebuah mata uang. Makin tinggi suku bunga suatu negara, maka makin tinggi pula nilai kurs mata uang tersebut.

Kebijakan moneter tiap negara berbeda-beda dan akan berdampak pada suku bunga yang digunakan pada tiap valuta asing. Hal tersebut akan berdampak pada likuiditas valas tersebut. Makin sering mata uang diperjual belikan maka makin tinggi likuiditasnya.

Baca juga:  Data Investasi 5 Tahun Terakhir di Indonesia

Jika likuiditas rendah, maka jumlah ask atau pesanan mata uang tersebut sedikit. Hal ini akan mempengaruhi nilai kurs karena jual beli valas tersebut tidak sesuai dengan harapan trader. Akan berdampak pada kondisi trading tidak diinginkan, yaitu kerugian.

  1. Kegagalan Sistem pada Broker

Risiko trading forex bisa saja berasal dari kegagalan aplikasi broker untuk trading. Biasanya kegiatan ini dilakukan secara online. Anda dapat mengakses aplikasi tiap broker menggunakan laptop maupun ponsel untuk bertransaksi.

Dengan beberapa fasilitas yang ditawarkan oleh broker, akan mempermudah trader untuk melakukan transaksi. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan bahwa broker juga merupakan sebuah perusahaan dan membutuhkan keuntungan.

Terkadang ada kegagalan sistem seperti bug pada aplikasi, namun broker lambat untuk memperbaikinya karena masih sedikitnya laporan. Hal tersebut akan berdampak pada kerugian Anda karena akan dapat melewatkan transaksi berharga.

  1. Dampak Psikologis

Risiko trading forex paling berdampak adalah dampak psikologis. Trading forex merupakan kegiatan membutuhkan pelajaran. Tidak semua terjadi secara instan lantas mendapatkan keuntungan besar, semua harus dipelajari terlebih dahulu,

Kesalahan sering terjadi oleh para trader pemula. Mereka jarang meluangkan waktu untuk belajar terlebih dahulu, akibatnya asal membeli suatu valas tanpa beberapa pertimbangan. Hal tersebut akan menimbulkan kegelisahan tidak nyaman.

Apalagi jika valas yang dibeli nilainya turun akan sangat berdampak pada psikologis trader. Parahnya, sampai ada beberapa trader yang gila dan stress karena tidak mampu menahan rasa sedih akibat jatuhnya pasar.

Kelebihan yang Ditawarkan Trading Forex

Terlepas dari beberapa risiko trading forex, perdagangan valuta asing masih memiliki beberapa kelebihan untuk digunakan sebagai instrumen investasi. Beberapa kelebihan ini menjadikan beberapa trader dan investor untuk bertransaksi pada instrumen ini.

Pertama, kegiatan trading mempunyai fleksibilitas waktu dan tempat. Trader dapat melakukan transaksi kapanpun dan dimanapun. Karena pasar valuta asing terbuka selama 24 jam sehari serta dapat diakses secara online.

Kedua, dalam forex terkenal dengan fitur margin. Broker dapat meminjamkan sebagian uangnya terlebih dahulu kepada pengguna untuk membeli valas. Sehingga pengguna tidak perlu khawatir jika kekurangan uang untuk membeli.

Ketiga, foreign exchange memiliki likuiditas tinggi. Karena pasar terbuka 24 jam dan banyaknya trader yang berpartisipasi membuat forex memiliki likuiditas tinggi. Likuiditas didapat dari seringnya pengguna dalam membeli sebuah valas.

Walaupun memiliki risiko sangat tinggi sekitar 90%, kegiatan jual beli valuta asing masih diminati oleh beberapa trader dan investor. Namun, sebelum mulai bertransaksi harus terlebih dahulu memahami apa saja risiko trading forex supaya aman saat transaksi.