Apa yang Melatarbelakangi Terbentuknya Kampung Pancasila?

Apa yang melatarbelakangi terbentuknya Kampung Pancasila adalah untuk menegakkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Sementara untuk Kampung Pancasila ini terletak di Desa Balun, Kelurahan Lengkong Wetan, dan Kelurahan Kecamatan Tebing Tinggi.

Ketiga desa tersebut menjadi desa-desa yang patut dijadikan contoh penerapan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Dalam prosesnya, pembuatan Kampung Pancasila melalui 3 tahap, yaitu interpretasi, internalisasi, serta aktualisasi Pancasila.

Sedangkan untuk eksekusinya menyangkut berbagai bidang, contohnya ilmiah, sosial, maupun budaya. Pembuatan Kampung Pancasila ini sudah sesuai dengan karakteristik masyarakat yang menjunjung nilai tinggi toleransi dan lainnya yang bisa disimak pada artikel di bawah ini.

Tentang Pancasila

Pancasila berasal dari kata berbahasa Sansekerta, yaitu panca dan sila. Panca memiliki arti yaitu “lima” sedangkan sila memiliki arti yaitu “dasar”. Dengan begitu, apabila digabungkan Pancasila memiliki arti lima dasar yang digunakan sebagai dasar Negara Indonesia.

Pancasila memiliki lambang seekor Burung Garuda yang memiliki makna sebagai sumber kekuatan dan warna emasnya sebagai simbol kemuliaan. Burung Garuda ini memiliki 17 helai bulu sayap, 8 bulu ekor, 19 bulu pangkal ekor dan 45 bulu leher.

Jumlah bulu yang ada di tubuh Burung Garuda tersebut melambangkan hari kemerdekaan Indonesia, yaitu 17 Agustus 1945. Pada lambang, kaki Burung Garuda mencengkram gulungan yang berisi tulisan Bhinneka Tunggal Ika yang memiliki arti berbeda-beda tetapi tetap satu jua.

Hal ini sesuai dengan kondisi masyarakat Indonesia yang sangat beragam mulai dari budaya, suku dan ras, tetapi tetap menjunjung nilai kesatuan bangsa.

Desan Balun, Salah Satu Desa Kampung Pancasila

Desa yang terletak di Kabupaten Lamongan khususnya Kecamatan Turi ini dikenal luas bahwa masyarakatnya sangat menjunjung toleransi antar umat beragama. Desa ini terdiri dari 2 dusun, yaitu Dusun Ngangkrik dan Dusun Balun.

Baca juga:  1 Cm Berapa Inci? Begini Cara Menghitungnya

Penduduk 2 dusun tersebut berjumlah 4.730 individu dan terdiri dari 3 kelompok penganut agama yang berbeda, yaitu Islam, Kristen dan Hindu. Meski begitu, ketiga kelompok beragama tersebut hidup dengan rukun selama puluhan tahun.

Itulah alasan dari apa yang melatarbelakangi terbentuknya Kampung Pancasila Desa Balun. Sementara pada saat tahun 2019, desa ini ditetapkan sebagai desa wisata religi meski sudah menjadi salah satu ikon Kabupaten Lamongan.

Hal ini dikarenakan Desa Balun memiliki potensi kesenian religi yang potensial untuk meningkatkan ekonomi Kabupaten Lamongan di bidang wisata. Beberapa contoh kesenian ini di antaranya adalah karawitan serta pawai Ogoh-ogoh tahun yang melibatkan seluruh kelompok agama.

Tidak hanya itu saja, di Desa Balun juga terdapat makam Mbah Alun atau mbah Sri Asih yang digadang-gadang sebagai Raja Blambangan dengan gelar Raja Tawang Alun I. Makan ini juga sering ramai oleh pengunjung.

Apa yang Melatarbelakangi Terbentuknya Kampung Pancasila?

Pembentukan Kampung Pancasila memiliki latar belakang sebagai berikut:

  • Sebagai contoh penegakan Pancasila sebagai pedoman berbangsa dan bernegara bagi masyarakat Indonesia.
  • Sebagai contoh untuk menerapkan nilai Pancasila di dalam kehidupan sehari-hari.
  • Sebagai contoh untuk menjunjung tinggi toleransi atas perbedaan kepercayaan suku dan ras.
  • Sebagai contoh kerukunan di atas perbedaan dalam masyarakat.

Sejarah Kampung Pancasila

Terbentuknya Kampung Pancasila dimulai dari Pancasila yang berfungsi sebagai ideologi bangsa yang tidak boleh diubah dengan ideologi lain. Hal ini bertujuan untuk mencegah Indonesia dari perpecahan akibat banyaknya perbedaan maupun terjadinya intoleransi.

Tidak hanya itu saja, semangat kebangsaan yang terkandung di dalam kalimat Bhinneka Tunggal Ika harus tetap dijaga. Dengan begitu seluruh masyarakat dapat menjaga diri dari konflik sosial maupun aksis terorisme yang berpotensi bisa memecah persatuan.

Baca juga:  Ciri-Ciri Profase

Penjelasan di atas tertuang di dalam upaya pembentukan Kampung Pancasila khususnya di tiga desa yang telah disebutkan di atas. Hal ini sesuai dari demografis penduduknya yang terdiri dari berbagai penganut agama.

Meski latar belakang penduduknya beragama, apabila terbina dengan baik maka dapat menciptakan kerukunan dan tidak mudah tersulut oknum-oknum yang hendak memecah belah NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) melalui konflik antar warga atau antar agama.

Tujuan pembentukan Kampung Pancasila ini selain untuk menerapkan nilai yang terkandung di dalam Pancasila dalam kehidupan sehari-hari adalah untuk mengembalikan semangat warga dalam menjunjung tinggi Pancasila untuk menjaga solidaritas di atas perbedaan.

Dengan begitu, praktik untuk membangunn masyarakat berbasis persaudaraan dan kebersamaan dapat terwujud dengan berdirinya Kampung Pancasila.

Tujuan Dibentuknya Kampung Pancasila

Pembentukan Kampung Pancasila sangat bermanfaat untuk menjaga kerukunan antar warga di satuan terkecil wilayah administrasi, yaitu desa. Oleh karena itu, selain apa yang melatarbelakangi terbentuknya Kampung Pancasila, tujuannya adalah sebagai berikut:

  • Untuk membiasakan masyarakat menanamkan nilai-nila yang terkandung di dalam Pancasila.
  • Untuk memberikan pemahaman kepada seluruh masyarakat bahwa sila Pancasila wajib diamalkan oleh setiap individu.
  • Untuk menumbuhkan sikap toleransi meningkatkan kerukunan antar warga masyarakat meski memiliki latar belakang yang berbeda.
  • Dijadikan sebagai media pembelajaran Pancasila untuk seluruh masyarakat Indonesia.
  • Untuk menanamkan pemahaman kepada seluruh warga negara Indonesia bahwa sudah selayaknya memberikan penghargaan serta penghormatan kepada para pemimpin bangsa Indonesia yang telah merumuskan Pancasila sebagai dasar negara.

Kampung Pancasila diharapkan dapat meningkatkan kecerdasan dan pemahaman masyarakat secara luas. Tidak hanya itu saja, melainkan proses interpretasi, internalisasi serta aktualisasinya diharapkan juga dapat membentuk pribadi masyarakat yang unggul dan makmur.

Baca juga:  Seputar 1 Lusin Berapa Buah dalam Satuan Ukur dan Fungsinya

Proses pengembangan budaya dari Kampung Pancasila juga dinilai dapat meningkatkan kecerdasan spiritual. Sementara pengembangan sosialnya dapat meningkatkan kecerdasan secara emosional, kemudian pengembangan ilmiah dapat meningkatkan kecerdasan secara intelektual.

Serba-Serbi Pertanyaan Tentang Kampung Pancasila

1. Siapa Saja Tokoh yang Terlibat dalam Pendirian Kampung Pancasila?

Kampung Pancasila dapat berdiri tentunnya atas dukungan seluruh warga Desa Balun, Kelurahan Lengkong Wetan, dan Kelurahan Kecamatan Tebing Tinggi yang tetap rukun meski berasal dari berbagai macam latar belakang.

2. Apa Saja Upaya yang Telah Dilakukan Agar Terjadi Kerukunan di Dalam Kampung Pancasila Meski Warganya Beragama?

Salah satu cara untuk menjaga kerukunan, khususnya diantara kelompok penganut agama yang berbeda adalah toleransi dan saling memberi pengertian, contohnya:

  • Melibatkan seluruh lapisan masyarakat dalam kegiatan yang bersifat gotong royong, seperti kerja bakti.
  • Penganut Agama Islam hanya menggunakan pengeras suara hingga pukul 22.00 untuk tadarus saat bulan Ramadhan agar tidak mengganggu lainnya yang membutuhkan istirahat.

3. Upaya Apa Saja yang Telah Diterapkan dalam Kegiatan Sehari-Hari untuk Mendukung Pembentukan Kampung Pancasila?

Upaya yang telah dilakukan tentu saja untuk menjaga kerukunan antar sesama warga masyarakat. Tidak hanya itu saja, tetapi juga menjaga tata krama dan sopan santun serta menjadi warga yang berbudaya.

Sementara untuk meningkatkan toleransi antar sesama warga adalah dengan cara mengadakan kegiatan yang bisa dilakukan bersama tanpa memandang suku, ras dan agama. Sedangkan dalam untuk menentukan sebuah keputusan selalu dilakukan musyawarah untuk mencari solusi terbaik.

 

Apa yang melatarbelakangi terbentuknya Kampung Pancasila adalah kerukunan yang terbangun secara alami oleh warga Desa Balun, Kelurahan Lengkong Wetan, dan Kelurahan Kecamatan Tebing Tinggi. Hal ini perlu dipahami oleh masyarakat secara luas.