1 Volt Berapa Ampere dapat Dihitung dengan Cara Ini

Sangat penting untuk tahu 1 volt berapa ampere dan cara menghitung setiap satuan listrik lainnya. Alasannya karena dapat mempermudah dalam menciptakan rangkaian elektro dimana saja dan kapan saja termasuk dalam membangun rangkaian listrik di rumah Anda.

Bagi kalangan awam pasti cukup sulit untuk menghitungnya, mengingat fungsi untuk mengetahui cara menghitung satuan listrik sangat penting.

Dalam artikel ini kami akan membahas cara menghitung 1 volt berapa ampere dengan rumus dan beberapa cara lainnya yang akan mempermudah Anda.

Pengertian Satuan Listrik dalam Keilmuan

Ada beberapa satuan listrik yang dapat digunakan, setiap satuan listrik menyatakan besaran yang berbeda-beda. Satuan listrik yang digunakan pada bidang kelistrikan adalah volt, ampere ohm dan juga watt.

Dalam menghitung 1 volt berapa ampere mengetahui pengertian dan fungsi antar satuan listrik sangat penting. Pertama volt merupakan satuan listrik untuk menunjukan besaran dari tegangan listrik.

Mengetahui besaran tegangan listrik adalah hal yang paling mendasar dalam ilmu kelistrikan ini dibagi menjadi dua yaitu AC dan DC. Selanjutnya ampere merupakan satuan listrik untuk menyatakan besaran arus listrik.

Arus listrik ini merupakan muatan listrik yang terjadi akibat pergerakan dari elektron yang mengalir melalui penghantar dalam rangkaian listrik. Contohnya arus listrik mengalir dari saklar dan disalurkan menuju lampu.

Saat saklarnya dipadamkan maka otomatis tidak ada arus listrik yang mengalir lagi pada lampu tersebut. Ohm adalah satuan listrik yang digunakan untuk menyatakan besaran tahanan atau resistan.

Terakhir watt adalah satuan listrik yang akan menyatakan besaran daya listrik atau sering disebut juga daya/power.

Hubungan Antara Ampere, Volt dan Watt

Untuk bisa menghitung 1 volt berapa ampere Anda harus mengetahui hubungan antara ampere, volt dan watt. Korelasi antar satuan listrik ini harus dipelajari mulai dari volt karena perannya yang dipakai pada alat untuk menghasilkan arus listrik.

Baca juga:  Anda Wajib Tahu! 1 Dm Berapa Cm, Sangat Mudah!

Diikuti dengan ampere yang memiliki peran sebagai pengukur besaran aliran arus listrik dan terakhir watt merupakan besarnya daya yang dibutuhkan pada alat elektroniknya.

Teknik perhitungan untuk mengetahui setiap besaran biasanya disebut sebagai gerak gaya listrik atau disingkat GGL. Teknik perhitungan ini sangat umum ditemukan pada ilmu fisika. Prinsip utamanya ialah listrik yang dihasilkan melalui gerak gaya listrik pada alat pembangkit listriknya.

Selanjutnya listrik tersebut langsung akan dialirkan menuju kutub selanjutnya menggunakan alat jepit yang biasanya dilambangkan V. Jadi arus listrik ini bisa dihitung dalam satuan Ampere.

Daya listrik yang dipakai agar bisa tahu seberapa tegangan yang dibutuhkan untuk menyalakan alat elektronik disebut dengan satuan watt.

Pertanyaan seperti 1 volt berapa ampere dan lainnya sering ditemukan, karena ketiganya memiliki keterikatan antara satu sama lainnya. Dengan menggunakan rumus, Anda bisa melakukan konversi volt menjadi watt atau volt menjadi ampere.

Berikut ini ilustrasi jika ketiga satuan listrik berada di satu wadah yang sama akan terjadi sebuah prinsip sebagai berikut.

  1. Jika nilai resisten atau ohm besar maka daya listrik menjadi kecil, serta daya listrik (watt) yang dibutuhkan akan kecil dengan tegangan listrik (volt) yang tetap.
  2. Jika resisten atau ohm kecil maka daya listrik atau watt akan besar, arus listrik atau ampere besar dan volt tetap.
  3. Jika volt besa maka aliran arus listriknya kecil, daya atau watt akan sama besarnya dengan ampere.
  4. Jika volt kecil maka aliran yang dihasilkan besar begitu juga dengan watt atau daya yang diperlukan.

1 Volt Berapa Ampere Dicari dengan Rumus ini

Anda menginginkan untuk melakukan konversi dari Volt ke satuan ampere atau dari Ampere ke watt. Bisa menggunakan rumus yang sudah sering digunakan khususnya di bidang ilmu fisika.

Baca juga:  Lagu Gugur Bunga Dinyanyikan Dengan Tempo

Setiap rumah tentunya akan memiliki alat listrik dengan nilai ohm rata-rata 100. Tegangan listrik yang biasanya digunakan dalam rumah tangga di Indonesia adalah 220V. Maka untuk mengetahui 1 volt berapa ampere Anda bisa menggunakan rumus ini.

V= I x R

Dengan keterangan V adalah Volt, I adalah Ampere atau arus listrik, R adalah resisten atau Ohm. Dengan itu Anda bisa menggunakan rumus tersebut untuk mencari nilai ampere jika tegangan listrik 220V dengan resisten 100 ohm.

V= I x R

220 = I X 100

I= 220/100

I= 2,2A

Untuk membuktikan prinsip sebelumnya mengenai hubungan antar satuan listrik Ohm, Watt, Volt dan ampere Anda bisa menggunakan rumus tersebut lagi dengan mencoba memperbesar resistennya menjadi 300 dengan tegangan tetap.

V=IxR

220=Ix300

I=220/300

I=0,733A.

Jadi sudah terbukti bahwa nilai resisten atau ohm yang kecil akan membuat arus listrik yang mengalir menjadi lebih besar. Dengan rumus ini Anda bisa mencari 1 volt berapa ampere dengan mudah tanpa ribet.

Dengan rumus yang sama Anda juga bisa melakukan hal sebaliknya untuk membuktikan hubungan antara Volt, Ohm, Watt, dan Ampere.

Menghitung Ampere Alat Ukur Amperemeter

Selain menggunakan rumus, penghitungan ampere juga bisa dilakukan dengan menggunakan alat bernama amperemeter. Pada umumnya alat ini merupakan resistensi shunt dan mikroampermeter yang disusun dengan pola seri.

Shunt dan mikroamperemeter diguakan untuk memproses dn mendeteksi besaran tegangan arus listrik yang mengalir pada sebuah rangkaian. Adanya amperemeter ini juga dapat mempermudah setiap teknisi dalam melakukan pengecekan listrik.

Cara kerja dari amperemeter ini bisa dikatakan sederhana, dengan alat tersebut akan dialiri dengan arus listrik dan memicu medan magnetnya. Arus listrik tersebut juga akan sampai pada inti besi hingga menimbulkan reaksi magnetik.

Baca juga:  Sebutkan Ciri-Ciri Lagu Wajib

Medan magnet akan membuat inti besi yang ada jadi berputar, lalu jarum penunjuk akan bergerak secara otomatis hingga berhenti pada titik skala yang sesuai dengan hasil pengukurannya.

Alat ukur untuk menghitung 1 volt berapa ampere ini terdiri atas beberapa jenis. Berikut ini jenis amperemeter berdasarkan metode membacanya.

  1. Analog

Pada versi analog ini dapat diliat dari skala penunjuknya yang menggunakan jarum atau pointer. Untuk bisa menggunakannya Anda harus tahu jenis analog ini dibedakan menjadi dua yaitu amperemeter AC yang digunakan untuk melakukan perhitungan pada rangkaian AC.

Sedangkan amperemeter DC akan digunakan untuk mengukur tegangan pada rangkaian DC. Alat ini harus dipasang secara seri saat melakukan pengukuran.

  1. Digital

Untuk menghitung 1 volt berapa ampere Anda juga bisa menggunakan alat ukur jenis digital ini. berbeda jenis dengan versi analog, pada jenis digital ini akan ditampilkan hasil pengukuran dalam bentuk angka.

Pembacaan hasil bisa dilakukan dengan mudah karena penggunanya hanya perlu membaca deretan angkanya saja. Angka tersebut akan tertera pada display atau layar pada alat amperemeter tersebut.

Keduanya akan dipasang dalam susunan seri dengan resistensi shunt. Tujuannya agar batas ukur alat tersebut menjadi lebih besar dan kemampuan pengukurannya juga semakin akuran dan meningkat.

Mengetahui rumus perhitungan konversi satuan listrik sangat berguna agar menjaga rangkaian listrik di rumah tetap berjalan sesuai dengan kebutuhan. Karena hubungan antar satuan listrik saling terkait satu samal lain, rumus yang digunakan untuk menghitung 1 volt berapa ampere juga bisa digunakan jika akan mencari nilai satuan listrik lainnya.